| Selasa, 09 Nopember 2004 | INTERNASIONAL |
Pasukan Prancis Bubarkan Ribuan Pengunjuk Rasa Pantai GadingABIDJAN - Pasukan Prancis di Kota Abidjan, Pantai Gading, melepaskan tembakan ke udara, Senin kemarin, untuk membubarkan ribuan demonstran yang berkumpul untuk mendukung presiden negara Afrika Barat itu, Laurent Gbagbo. Radio pemerintah mengimbau para pengunjuk rasa untuk membentuk ''tameng hidup'' guna melindungi rumah Gbagbo di daerah perumahan mewah, jika pasukan Prancis mencoba bergerak menuju kediaman sang presiden. Tentara Prancis saat ini telah mengambil alih sebuah kompleks hotel di dekat rumah Gbagbo. ''Kami meminta para patriot untuk bergabung dengan rekan-rekan lain di Hotel Ivoire. Kami menyerukan agar tank-tank Prancis kembali ke pangkalan mereka,'' kata Charles Ble Goude, pemimpin kelompok pemuda pro-Gbagbo, di radio pemerintah. Seruan itu dilontarkan tak lama setelah pasukan Prancis melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan para demonstran. Gbagbo, pemimpin negara penghasil cokelat terbesar di dunia, telah menyerukan diakhirinya kerusuhan yang pecah setelah Prancis menghancurkan sebagian besar Angkatan Udara negara itu, sebagai balasan atas pembunuhan sembilan anggota pasukan pemelihara perdamaian Prancis. Harga cokelat untuk penutupan transaksi Desember melonjak drastis di London, kemarin, akibat kerusuhan di Pantai Gading tersebut. Kenaikannya mencapai 11 persen. Amankan Rumah Gbagbo Prancis harus menarik sejumlah kendaraan lapis bajanya dari Abidjan untuk meredakan ketegangan, kata seorang pembantu Gbagbo. ''Ketegangan ini akan reda bila tank-tank Prancis kembali ke Resimen Marinir Ke-43,'' kata Toussaint Alain kepada Reuters di Paris melalui telepon dari Abidjan. Sebuah truk tempur yang disebut ''Patriot Muda'' terlihat melaju ke lokasi sejumlah kendaraan lapis baja Prancis diparkir di depan hotel tersebut, yang dikelilingi kawat berduri. Sumber militer Prancis mengatakan kepada Reuters, pasukan Prancis mungkin akan mengamankan kediaman Gbagbo. Dia mengatakan, Prancis dan pejabat militer Pantai Gading akan membuat pengumuman penting sore harinya. ''Mereka mencoba mengadakan kudeta terhadap Pantai Gading. Kami menentangnya. Kami semua akan pergi ke kediaman kepala negara, untuk membentuk barikade,'' kata Thierry, seorang demonstran. ''Kami berunjuk rasa dengan tangan kosong.'' Presiden Prancis Jacques Chirac mengatakan dalam pidato bahwa Paris merupakan sekutu Pantai Gading dan mendesak rekonsiliasi nasional setelah kerusuhan anti-Prancis akhir pekan lalu. Sumber AD Prancis mengatakan, kendaraan-kendaraan militer berada di halaman parkir hotel tersebut untuk ''mengamankan kawasan itu''. Konvoi Prancis yang terdiri atas sedikitnya 30 kendaraan terlihat bergerak menuju hotel tersebut sebelumnya. Prancis menempatkan pasukan di jalan-jalan kota utama Abidjan, Minggu lalu. Mereka menguasai bandara dan menerbangkan ratusan serdadu tambahan untuk mengatasi reaksi penjarahan dan kerusuhan di kota-kota besar Pantai Gading. Menhan Prancis Michele Alliot-Marie mengatakan, kemarin, tidak ada rencana untuk mengevakuasi warga Prancis, walaupun dia mengatakan situasinya masih ''sangat rawan''. Di bawah tekanan besar internasional untuk mengakhiri kerusuhan, Gbagbo melakukan pemunculan publik pertama sejak krisis dimulai melalui televisi pemerintah, Minggu malam. ''Saya menyerukan agar rakyat tetap tenang. Saya minta semua demonstran untuk kembali ke rumah. Kalian tidak boleh terprovokasi,'' kata Gbagbo, setelah beberapa hari para pendukungnya melancarkan retorika sengit untuk mengobarkan kebencian terhadap Prancis. Para pejabat pemelihara perdamaian gabungan Prancis dan PBB mengatakan Abidjan secara umum telah tenang, Minggu malam. Namun kelompok-kelompok pemuda masih melakukan penjarahan di Distrik Cocody yang kaya.(rtr-ben-46) |