logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

Tewas Terlindas KA Limbah Nuklir

STRASBOURG - Seorang aktivis antinuklir tewas di Prancis, Minggu lalu, setelah kakinya putus dilindas kereta api yang mengangkut limbah nuklir ke Jerman, kata perusahaan KA Prancis SNCF.

''Masinis melihat sekelompok orang yang duduk di rel. Beberapa dari mereka bangkit. Dia menarik rem darurat, namun salah satu dari orang-orang itu tetap duduk, dan satu kakinya putus dan dia tewas,'' kata seorang juru bicara SNCF.

Polisi tidak mengungkapkan identitas korban namun mengatakan, dia berusia sekitar 21 tahun dan ''mungkin'' berasal dari daerah Meuse di Prancis timur dan merupakan bagian dari sekelompok aktivis.

Kecelakaan itu terjadi di dekat Kota Avricourt di Prancis timur di sebuah persimpangan tempat jalur kereta api membelok melalui hutan, kata SNCF.

KA itu meninggalkan Valognes di Prancis timur Sabtu lalu dan sedang menuju fasilitas penyimpanan di Desa Gorleben, Jerman.

Para aktivis nuklir yang memprotes pengiriman semacam itu terlibat dalam bentrokan sengit dengan polisi pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2002, para pengunjuk rasa mengganggu perjalanan KA dengan membakar ban di rel dan menempatkan diri mereka sebagai tameng manusia di lintasan KA.

Di Kota Dannenberg, Jerman utara, tempat tong-tong bahan radioaktif itu akan dimuat di truk-truk untuk dibawa sejauh beberapa kilometer ke Gorleben, ribuan orang melakukan protes Sabtu lalu.

Juru bicara kelompok Friends of the Earth International cabang Jerman mengatakan, demonstrasi-demonstrasi yang direncanakan tetap akan berlangsung, meski seorang pemrotes tewas.

''Di Jerman dalam beberapa tahun terakhir, demonstran-demonstran kami merantaikan diri mereka di rel, namun polisi dan penyelenggara demonstrasi berhati-hati untuk memastikan bahwa mereka dalam posisi yang terlihat dan diatur sebelumnya sehingga KA bisa berhenti pada waktunya,'' katanya.

Para aktivis lingkungan dan antinuklir mengatakan, pengiriman limbah nuklir tersebut berbahaya dan akan mencemari perairan di Gorleben.

Jerman, yang tidak memiliki fasilitas pengolahan sendiri, mengirim limbah nuklir itu untuk pemrosesan ulang di pabrik La Hague sebelum dikirim lagi ke negara itu untuk disimpan.(ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA