logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

PM Allawi Berlakukan Jam Malam di Fallujah

BAGDAD - Perdana Menteri Irak Iyad Allawi, Senin kemarin, mengatakan dia memberlakukan keadaan darurat dan jam malam di Kota Fallujah yang dikuasai gerilyawan. Fallujah menjadi sasaran bombardir pasukan pimpinan AS yang sedang menyiapkan penyerbuan darat berskala penuh.

Dia mengatakan dalam konferensi pers bahwa pasukan Irak telah mengendalikan RS Fallujah, dan menewaskan 38 gerilyawan dalam proses perebutan RS tersebut.

Menurutnya, dia menutup bandara Bagdad selama 48 jam dan mengumumkan pengawasan ketat di perbatasan Yordania dan Suriah. Dia mengatakan, hanya barang-barang kebutuhan pokok yang diizinkan melintasi perbatasan itu.

Dia menambahkan, jam malam di Fallujah akan dimulai pukul 18.00 (22.00 WIB), berdasarkan UU Keadaan Darurat yang dia berlakukan mulai Minggu lalu.

Dia tidak mengatakan, berapa lama ketentuan jam malam tersebut akan diterapkan di kota yang dikuasai gerilyawan Suni tersebut.

Gempur Fallujah

Pasukan AS melancarkan berondongan artileri secara sengit ke Kota Fallujah. Tentara Amerika juga menyelidiki pertahanan gerilyawan dalam pembukaan serangan darat berskala penuh, kemarin, kata saksi mata Reuters.

Ledakan-ledakan granat menggelegar setiap menit diiringi dengan asap tebal membubung dari daerah baratlaut kota tersebut, dan pesawat-pesawat tempur AS melancarkan serangan udara yang dahsyat.

Pasukan pimpinan AS yang didukung oleh tank-tank dan pesawat menggempur gerilyawan di sekitar kota muslim Suni di barat Bagdad tersebut. Mereka menyisir pertahanan dan bergerak menuju posisi-posisi gerilyawan.

Di ibu kota Irak tersebut, seorang pelaku bom jibaku meledakkan mobil Opel merahnya di dekat konvoi AS di jalan utama ke bandara. Sedikitnya tiga orang tewas, kata saksi mata.

Fotografer Reuters melihat serdadu Amerika mengusung tiga mayat dari mobil putih yang hancur akibat ledakan tersebut. Ketiga mayat tersebut kemudian dimasukkan ke sebuah ambulans militer.

Militer AS belum memberikan komentar mengenai korban jiwa dalam serangan bom tersebut.

Sumber polisi sebelumya mengatakan, sedikitnya dua warga Irak tewas, seorang di antaranya adalah wanita. Warga sekitar mengatakan, mobil putih tersebut mengangkut pejabat dan penjaga keamanan asing.

Bom Mobil

Terjadi beberapa serangan bom mobil di jalan bandara dalam beberapa hari terakhir, ketika gerilyawan mencoba menunjukkan kekuatan mereka dalam merespons serangan AS yang telah direncanakan di Fallujah.

PM Allawi menyatakan keadaan darurat selama 60 hari, Minggu lalu, untuk mengekang aktivitas gerilyawan yang mengancam terselenggaranya pemilu nasional Januari mendatang.

Dia juga mengatakan, pengambilalihan Fallujah tidak dapat ditunda lagi.

''Dia masih berharap, ada kemungkinan untuk menghindari konfrontasi militer besar-besaran di Fallujah. Namun, dia tampaknya tidak optimistis,'' kata Thair al-Naqib, juru bicara Allawi.

Pesawat AC-130 menyerang Fallujah dengan tembakan meriam dan senjata mesin, serta menjatuhkan bom di baratlaut kota itu, yang menyebabkan asap hitam membubung. Asap juga mengepul di daerah barat Fallujah.

Pasukan Amerika berkumpul di dua sisi Kota Fallujah. Mereka mengatakan, 1.000 sampai 6.000 eks aktivis Partai Baath dan pejuang asing pimpinan Abu Musab al-Zarqawi, sekutu Al Qaedah, bersembunyi di sana.

Pasukan Irak dan AS menguasai rumah sakit utama Fallujah. Pasukan gabungan tersebut menyuruh beberapa orang menutup matanya dan menendangi pintu-pintu, tetapi tidak melepaskan tembakan.

Sebelum sambungan telepon diputus, staf RS tersebut mengatakan beberapa pasien dan pekerja ditahan oleh pasukan gabungan itu.

Di dalam Kota Fallujah, gerilyawan yang memakai penutup wajah menjelajahi jalan-jalan lengang sambil memegang senjata serbu dan granat bertenaga roket.

Tayangan televisi Reuters memperlihatkan seorang pria di Distrik Jolan, Fallujah barat, menembakkan peluncur granat ke sebuah sasaran tak dikenal.

Orang-orang menangis ketika mereka memakamkan tujuh mayat berkain kafan. Sebagian di antara mayat tersebut adalah para pejuang. Mayat-mayat itu dikubur di tempat pemakaman sementara bekas stadion sepakbola di Fallujah. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA