| Selasa, 09 Nopember 2004 | BUDAYA |
Tampil dengan Karya SendiriDUA band indie Semarang kembali dimunculkan dalam acara ''Ngabuburit Yoook...'' di Jl Pahlawan, Senin (8/11) sore. Mereka adalah Clan dan POT, pemilik tembang-tembang yang paling banyak di-request pamiarsa Radio IBCFM dalam beberapa bulan terakhir. Tampak benar, betapa pentas musik persembahan A Mild Live Production dan radio yang berfrekuensi pada gelombang 101.6 FM itu hendak mengangkat band-band lokal berpotensi nasional ke permukaan. Berbeda dengan pentas-pentas musik sejenis, ''Ngabuburit Yoook...'' benar-benar memberi ruang kepada grup band yang tampil dengan karakter mereka sendiri. Seperti tampak dalam pentas Senin sore, Clan dan POT yang berada dalam satu manajemen Indo Music tersebut unjuk kebolehan lewat beberapa tembang karya mereka. Clan misalnya, leluasa memamerkan ''Mandi Busa'', ''Napas Terakhir'', ''Bila'', ''Saling Memiliki'', dan Missing You'', tembang-tembang berirama Hip-Hop yang telah diakrabi sebagian kawula muda Kota Semarang. Diakrabi karena selama beberapa bulan terakhir acap muncul di beberapa stasiun radio swasta di Kota Semarang, utamanya Radio IBCFM. Tak heran jika sebagian penonton terlihat turut melafalkan syair tembang-tembang yang dinyanyikan Aska, Dian, Arief, Nouvel, dan Intan (vokalis Clan) dari atas panggung. Demikian halnya dengan POT. Mereka cukup percaya diri membawakan karya-karya masterpiece mereka, seperti ''Genocide'', ''Usai'', ''Patuh'', dan ''Lelah''. Hampir semua tembang yang mereka bawakan dimainkan dalam genre alternatif. Pentas ditutup dengan tampilan Image, grup band R&B yang telah malang melintang pada panggung-panggung hiburan di Kota Semarang. Seperti biasa, mereka membawakan tembang-tembang populer semacam ''Hidup Cuma Sekali'', ''Headz Up'', dan ''God is a Girl''. Marketing dan PR Manager Radio IBCFM Lusy Laksita Jusuf mengatakan, ''Ngabuburit Yoook...'' bukan sekadar acara buang-buang waktu menunggu bedug Magrib tiba, lebih dari itu memunculkan talenta-talenta muda musik di Kota Semarang. Melihat antusiasme penonton yang tinggi, pihaknya berkeinginan melanjutkan pentas tersebut pasca Ramadan. ''Acara ini tidak akan berhenti sampai di sini. Setelah ini, kami akan menyiapkan pentas rutin tiap bulan. Konsepnya jelas, mengangkat band-band indie lokal agar dapat go nasional. Biar Semarang diperhitungkan dalam peta musik Indoneia,'' ujarnya. (roe-81) |