logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 BUDAYA
Line

Bila Blues dan Jaz Bersanding

NOMOR-NOMOR acid jazz mengalir riang di Fashion Resto di kawasan Kampungkali Semarang, Minggu malam lalu. Orleans Band membuka acara "Jazz 'N Blues on Fashion" yang menghadirkan tiga band sekaligus. Dua band lainnya adalah Circle dan Tramp Blues.

Tramp Blues Band yang dimotori Tanimoto (gitar/ harmonika ) dan didukung Pepen (vokal/gitar), Jelita (vokal ), Krido (vokal ), Frans (bas), dan Dody (drum), dipercaya untuk menjadi bintang tamu dalam kesempatan itu.

Tanimoto adalah pria Jepang yang sudah empat tahun menetap di Indonesia. Dia yang kini tinggal di Jepara sangat mencintai musik blues sehingga saat bekerja di Indonesia pun dia membentuk band untuk menyalurkan hobinya tersebut.

Setelah Circle menghadirkan beberapa nomor fusion jazz, Tramp Blues memungkasi acara dengan sentuhan blues, mulai dari komposisi yang lembut sampai yang keras.

Jembatan

Tramp Blues mengawali dengan nomor ringan "Stand by Me" yang disusul "Knocking on Heaven's Door". Kedua lagu itu mungkin sengaja ditempatkan di urutan pertama untuk menjembatani peralihan dari jaz ke blues.

Setelah beberapa lagu berlalu, Tanimoto meminta Alit, gitaris Circle, untuk bermain bersama dalam nomor "Hoochie Goochie Man".

Kedua gitaris dari aliran musik yang berbeda itu pun langsung "beradu" dalam lagu milik Jimi Hendrix yang didaurulang oleh Eric Clapton tersebut.

Alit yang notabene pemain jaz ternyata tidak canggung melakukan "manuver" blues pada interlude-nya. Bahkan dia terlihat sangat menikmati pola-pola blues dalam jam session tersebut.

Memang sepatutnya setiap pemain musik tidak terlalu fanatik dengan jenis musik yang disukainya saja. Musik bersifat universal sehingga idealnya setiap musisi bisa menghargai aliran-aliran musik lain di luar lingkungannya. (Asep BS-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA