logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Nopember 2004 SALA
Line

Lima Tahun Bersama Bambang Riyanto

Sukoharjo Sarat dengan Prestasi

KEBERHASILAN Bupati Bambang Riyanto SH dalam memimpin Sukoharjo banyak diacungi jempol oleh berbagai kalangan. Bahkan keberhasilannya menjalankan anggaran berbasis kinerja mendapat pengakuan bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga luar negeri. Terbukti lelaki kelahiran 3 Januari 1959 tersebut diundang ke San Diego, AS untuk mempresentasikan keberhasilannya memimpin Sukoharjo Makmur.

Bukan hanya itu, lima tahun memimpin wilayah berpenduduk 805.000 jiwa tersebut, dia berhasil menyabet prestasi di tingkat Jawa Tengah dan tingkat nasional. Bahkan, tidak jarang pula Bambang Riyanto mendapat undangan ke luar negeri.

Meski demikian, berbagai prestasi tersebut tidak mengubah kebiasaannya dengan rakyat. Kegiatan blusukan desa untuk menyerap berbagai aspirasi warga tetap berlanjut. Salah satu hasilnya cukup nyata, yaitu menyulap lokalisasi Gunung Pare menjadi terminal bus. Proyek senilai Rp 13 miliar di tanah seluas 6,8 ha, menurut rencana akan dioperasikan hari ini.

Terminal termegah di Indonesia untuk tingkat kabupaten itu sekaligus untuk menggerakan roda perekonomian wilayah Kartasura dan Sukoharjo.

Lima tahun mencurahkan pikiran, banyak kemajuan dari dedikasi dan kesabarannya. Sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, Bambang Riyanto tetap memprioritaskan pembangunan sektor pertanian.

"Pembangunan di bidang pertanian dimaksudkan demi tercapainya peningkatan produksi pangan," kata Bambang.

Dengan sasaran itu maka pada 2003 berhasil direalisir luas tanam padi 50.194 ha atau 100,77% dari target seluas 49.809 ha.

"Selain itu, dari tahun ke tahun Sukoharjo selalu surplus beras," ujar Bupati. Pada 2003 saja, berhasil surplus 68,063 ton. Selain itu, prestasi di bidang pertanian yang berhasil dicapai berturut-turut yakni juara tingkat nasional Supra Insus, juara I kelompok tani agribisnis peternakan tingkat nasional, juara III lomba bidang budi daya perikanan tingkat nasional, penghargaan dalam bidang pengembangan agribisnis hortikultura tingkat nasional.

Di bidang pelayanan dasar, bidang pendidikan merupakan salah satu prioritas utama yang secara intensif mendapat perhatian. Sebab, kata Bambang Riyanto, keberhasilan di bidang pendidikan akan sangat menentukan nasib dan masa depan bangsa.

"Adapun arah pembangunan di bidang pendidikan lebih ditekankan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta penuntasan wajib belajar 9 tahun," ujarnya. Selain itu, bangunan sekolah yang sudah tidak representatif dan menganggu kegiatan belajar mengajar secara bertahap diperbaiki.

SDM

Di sisi lain, bidang kesehatan yang penting untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas juga mendapatkan perhatian serius. Melalui berbagai program, tingkat kesehatan masyarakat bisa ditingkatkan. "Selain itu, program pemberantasan penyakit menular juga telah dilaksanakan dengan baik, sehingga sejumlah penyakit menular seperti TBC, malaria, kusta, dan ISPA tidak lagi menjadi permasalahan di masyarakat," tandasnya.

Salah satu parameter keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan adalah berhasil ditekannya angka kematian ibu dan bayi. Tahun 2003, angka kematian ibu 75 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan tahun 2002 yang mencapai angka 106 per 100.000. Demikian pula angka kematian bayi yang turun dari 11 per 1.000 kelahiran hidup pada 2002 menjadi 10 per 1.000 kelahiran hidup pada 2003.

Di bidang ketenagakerjaan, pihaknya tetap memfokuskan pada terciptanya lapangan kerja. Perlahan tapi pasti, angka pengangguran di Sukoharjo dapat dikurangi sehingga pada 2003 hampir 60% pencari kerja yang terdaftar berhasil disalurkan. Sementara di bidang kependudukan lebih diarahkan pada pengentasan kemiskinan dan mengurangi laju pertumbuhan penduduk. Untuk program KB Nasional, Bambang Riyanto yang dinilai berhasil melaksanakan KB mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari presiden.

Di sisi lain, Bambang Riyanto juga memberikan perhatian serius pada pembangunan fisik dengan mengucurkan dana miliaran rupiah. (Joko Murdowo-85s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA