logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Nopember 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tanggapan Pemkab Jepara

Kami menanggapi tulisan di Surat Pembaca 28 Oktober 2004 tentang biaya KTP di Jepara sbb: Bahwa proses pembuatan KTP/KK khususnya di kecamatan Jepara dilaksanakan sesuai Perda No 12 tahun 1999 dengan berpegang pada prinsip mudah, cepat dan murah.

Untuk prosedur dan biaya telah diumumkan tertulis di depan loket pelayanan sehingga setiap orang/pemohon dapat membacanya dan telah disosialisasikan ke masyarakat melalui desa/kelurahan dan RT-RT.

Untuk biaya KTP yang lebih besar dari ketentuan, dimungkinkan tidak diurus sendiri oleh yang bersangkutan tetapi lewat orang lain, sehingga ada tambahan jasa lain-lain. Akibatnya pemohon mengeluarkan biaya yang lebih besar dari ketentuan.

Kabag Inkom Setda Jepara

Drs Ahmad Asyhar, MM

***

Reuni SMA 1 Boyolali

Sebelumnya saya mengucapkan selamat menjalankan Ibadah puasa dan Hari Raya Idul Fitri 1425 H, bagi umat Islam. Dan salam sejahtera untuk kita semua Amin. Melalui Surat Pembaca kami menginformasikan kepada para alumnus, bahwa tanggal 17 November 2004 di pendopo kabupaten.

Acara pokok temu kangen sekaligus nostalgia masa remaja yang lucu dan indah.

Pendaftaran ke sekretariat, Bag Pemdes Boyolali, Jl Merbabu 48 Boyolali Tlp 0276-321021 Psw 329 Contact person 08562821403 (Drs Bambang Sinung Harjo), 08121538211 (Drs Subroto, Msi), 08122627772 (Jarot Suryono).

Drs Subroto

Jl Merapi 89 B Boyolali

***

Pengusaha Bebek di P4A

Pak Wali Kota, saya warga Perumahan Puri Pudak Payung Asri Semarang merasa terganggu atas bau dari kotoran bebek-bebek bandel yang berada di lingkungan ini Saya bermukim di sini sejak 1998, tiba-tiba tahun 2004 ada seorang pengusaha tanpa izin lingkungan (HO) mendirikan peternakan bebek.

Tetapi imbauan saya tidak digubris, kalau tidak salah seharusnya ada izin HO dulu baru mendirikan peternakan. Mohon tindakan dari aparat karena di musim hujan nanti, bau menyebar lewat saluran air akan menyebar. Apalagi sampai saat ini warga belum pernah dimintai izin atau pernyataan setuju.

Sugianto

Pudak Payung Asri, Semarang

***

Masjid Sekayu Tertua di Jateng?

Beberapa tahun terakhir, bila Ramadan tiba masjid Sekayu Semarang menjadi salah satu masjid yang diburu wartawan. Tentang ketuaan masjid Sekayu, sampai saat ini belum ada pihak yang bisa menunjukkan sebagai masjid tertua di Jateng atau lebih tua dari masjid Demak.

Tidak ada satu pun tanda atau prasasti yang dapat menunjukkan kapan masjid ini dibuat. Memang di luar masjid ada beberapa makam yang konon salah satunya makam Kyai Kamal yang diyakini sebagai pembuat masjid di Sekayu. Sayang sampai kini tidak ada pihak yang mengaku sebagai ahli warisnya.

Satu satunya dokumen yang ada adalah keterangan pinisepuh yaitu Kyai Suryani, Sabar alm, Sumanto, Slamet, Mat Yasin, Rakiman, Amat Kusen dan Hilal Suleman, yang kemudian disusun oleh Irfan Hidayat tahun 1974. Untuk melengkapi cerita yang katanya turun temurun, dirujuk buku sejarah masjid tulisan Abu Bakar yang diterbitkan Fa Adil & Co Jakarta 1955.

Dalam buku tersebut halaman 171 tercantum gambar bangunan sederhana beratap rumbia terletak di Pekayuan. Bangunan tersebut diklaim sebagai masjid Sekayu. Dokumen itu disusun untuk memenuhi permintaan anggota DPRD Kota Semarang setelah melakukan peninjauan pada tanggal 29 Januari 1974.

Tahun 1978 Pemda mencari tahu sejarah masjid Sekayu. Setelah diberi penjelasan Bpk Hilal Suleman dan dipinjami buku sejarah masjid, informasi tersebut pada November 1978 dipublikasikan Suara Merdeka, Berita Yudha dan Kartika, bahwa masjid Sekayu yang dibangun tahun 1413 merupakan masjid tertua di Jateng (?) Jadi sudah berusia 591 tahun.

Tahun 1994, takmir menerima surat dari Pemda Tk I Jateng No: 430/30819/94 tanggal 17 Oktober 1994 perihal pemasangan papan status benda cagar budaya tak bergerak. Sayang sampai saat tidak ada realisasinya.

Takmir generasi sekarang bukannya meremehkan sejarah masjidnya, tapi karena tidak ada pihak yang dapat membantu menunjukkan bukti otektik, maka ke depan lebih baik memikirkan kemakmurannya. Untuk itu takmir punya agenda kegiatan:

Pendidikan Al Islam, Kalam (Aktivitas generasi pemula Islam) bagi anak-anak SD kelas 4-6, Kemudian Agnisa (Aktivitas generasi penerus Islam) bagi anak-anak baru gede (SLTP), Annisa, bagi remaja putri dan Matra (Majlis ta'lim remaja Islam) bagi remaja putra putri.

Di samping itu ada Assalam khusus bapak-bapak, pengajian khusus ibu-ibu, kultum subuh, perpustakaan, pelatihan bahasa Arab, lembaga zakat, mal dan sodakoh serta pengajian gabungan bagi bapak, ibu, remaja dan anak-anak tiap hari Rabu.

Satu amanat yang telah direncanakan takmir sejak 20 tahun lalu adalah membuat lantai dua (meningkat) masjid agar lebih representatif.

Ketua Takmirul Masjid

Imam Sutadi

***

Peduli Pendidikan

Di era serba iptek sekarang, kemajuan di berbagai bidang seakan tidak lagi dapat dibendung. Kemajuan yang tidak diikuti dengan pendidikan dasar moral dan budi pekerti serta agama sebagai penyeimbang, membuat kemajuan itu sendiri tidak mempunyai ruh/jiwa.

Berdasarkan pemahaman tersebut, Yayasan Sycrfath Haqza Madina yang mengelola bimbingan belajar dan play group di Jl Ketileng Raya Ruko PSIS A 20 berusaha memadukan 2 hal tersebut. Intelektualitas dan rnoralitas, kecerdasan otak dan kerendahan hati, fi dunya wal akhirat.

Beberapa program unggulan dengan pendidikan gratis menyebabkan peminat cukup besar namun kendalanya keterbatasan ruang kelas. Mohon dermawan menyumbangkan sebagian rezekinya dan dikirim ke rekening yayasan Syafath Haqza Madina no 013009077703001 Bank BNI Capem Jomblang atau ke kami telp (024) 6705763 dan lbu Anis, 081 325 201 705.

Dra Anis Tri Nuraini (Ketua)

Perum PSIS Komp Ruko Rt 1/Rw 14 Sendangmulyo, Semarang

***

Waspadai Penipuan dengan Hipnotis

Tanggal 7 Oktober 2004, seorang yang mengaku bernama Drs Sudirman telepon ke toko besi saya minta dikirim 125 lembar seng dan 50 zak semen. Barang - barang tersebut minta dikirim ke SD Bendan I, Jl Rinjani Pekalongan Barat. Yang 125 seng minta diturunkan di lokasi tersebut, sedangkan 50 sak semen dikirim ke KUD Makaryo Mino.

Dalam proses penurunan barang tersebut 2 karyawan saya ditepuk punggungnya, sehingga mereka seperti tidak sadar dan tak dapat menggunakan akal sehatnya. Mereka mau dibayar slip pengambilan uang BRI yang tak dapat dicairkan dan uang lelah Rp 53.000,

Seng diangkut dengan mobil "Kuda", warna metalik silver dengan plat E. Ciri orang yang menipu dengan hipnotis tersebut tinggi, gemuk, warna kulit cokelat hitam, pakai seragam cokelat cokelat (seragam Pemda) dengan logat bicara Sunda (luar Kota Pekalongan)

Kejadian serupa juga pernah dialami Toko Besi di Jl Kartini Pekalongan dan Toko Mesin di Jl Veteran Tegal. Saya imbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap penipuan dengan cara hipnotis.

Yogi Shindarta

Jl Sultan Agung 177, Pekalongan


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA