logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Tak Mudah Tentukan Daerah Tertinggal

JAKARTA--Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT) Syaifullah Yusuf dalam beberapa hari terakhir ini mengundang beberapa pakar dari berbagai disipilin ilmu dari berbagai daerah. Tujuannya, untuk mendapat gambaran secara jelas untuk mengatasi pekerjaan barunya.

"Penentuan daerah tertinggal tidak mudah dan memiliki banyak kriteria. Karena itu, pihaknya meminta pendapat para ahli untuk bersama-sama membicarakan dan mengatasi daerah tertinggal, termasuk masalah kemiskinan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Sejumlah pakar yang diundang adalah Laode Ida, Faisal Basri, Fahry Ali, Indra J Piliang, dan tokoh dari berbagai daerah. Tentu, kata Ketua Umum PB GP Ansor itu, tokoh dari daerah berbicara mengenai bagaimana mengatasi daerah tertinggal. "Kami tetap kerja sama dengan Ketua Bapenas dalam menjalankan strategi," ujarnya.

Dia mengakui, pencarian informasi daerah tertinggal sangat rumit, tidak segampang yang diperkirakan. Ukuran pendapatan daerah tidaklah cukup. Apalagi dalam pendataan biasanya daerah kurang terbuka dan tidak mau mengakui daerahnya tertinggal. "Namun, kalau waktunya bantuan cair, biasanya mereka mengaku dan bilang daerahnya tertinggal. Itulah permasalahannya."

Syaifullah Yusuf yang sering dipanggil Gus Ipul mengakui, itu semua hal baru dan memerlukan banyak masukan. Dia menyatakan, jabatan menteri yang dipercayakan kepada dirinya bukanlah hadiah yang harus disyukuri, melainkan sebuah amanat yang harus diperjuangkan. "Ini bukan untuk disyukuri, melainkan sebuah amanat untuk diperjuangkan disertai dengan doa," katanya.

Dia mengemukakan, dirinya akan mempelajari tugasnya selaku menteri sebelum melangkah lebih lanjut. Syaifullah yang kini masih menjadi Ketua Umum GP Ansor tersebut tengah menerima sejumlah staf dari kementerian kawasan timur Indonesia yang akan menjadi staf di kantor kementeriaannya. (di-58e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA