| Senin, 08 Nopember 2004 | SEMARANG |
Arus Mudik Lebaran Mulai Ramai
SEMARANG-Gelombang arus mudik lebaran mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Ribuan penumpang kemarin terlihat mulai memadati pelabuhan dan stasiun di Kota Semarang. Pantauan Suara Merdeka di Stasiun Tawang dan Poncol, Minggu (7/11) menunjukkan arus mudik mulai terlihat ramai. Jumlah penumpang yang turun diketahui lebih banyak dibanding penumpang yang naik dari Semarang. Sejumlah penumpang yang ditemui di Stasiun Tawang mengatakan, memilih naik kereta, karena lebih nyaman dibanding naik bus. Rahman (45), pemudik dari Kumai yang hendak pulang ke Lampung, setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Emas memilih naik kereta ke Jakarta. Dari Jakarta, Rahman dan keluarganya kemudian menyeberang ke Bakauheni melalui Pelabuhan Merak. Kepala Stasiun Tawang, Poerwanto mengatakan saat ini rata-rata jumlah penumpang turun sekitar 1.300 orang dari Jakarta. Jumlah penumpang mulai meningkat pada H-7 Lebaran. Sementara itu, di Pelabuhan Tanjung Emas sedikitnya 1.344 orang tiba dari Pontianak dan 1.022 penumpang bertolak menuju Pontianak, Minggu pagi (7/11). Sebagian penumpang KM Lawit tujuan Pontianak itu, mahasiswa yang hendak pulang kampung. Tiwi (25) misalnya, tercatat sebagai mahasiswi sebuah PTS di Yogyakarta. Lebaran kali ini, dia pulang ke Pontianak bersama dua kawan yang kuliah di Semarang dan Yogyakarta. ''Janjian dulu jauh-jauh hari agar bisa pulang bareng. Lebih enak barengan, karena ada teman di perjalanan,'' katanya. Menurut Kepala KPLP Adpel Pelabuhan Tanjung Emas, Bagasto, satu minggu sebelum Lebaran ada peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas. Rute pelayaran dari dan menuju Pontianak, Kumai, Sampit, Kendawangan, Batulicin, Makassar, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dipadati penumpang. ''Tadi pagi 1.325 orang dari Kumai diturunkan di Pelabuhan Tanjung Emas. Dua jam kemudian, kapal KLM Binaya yang membawa penumpang dari Kumai bertolak ke Sampit dengan membawa 574 penumpang,'' katanya. Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, pihak Pelabuhan menyatakan kapasitas kapal masih mencukupi. KM Lawit tujuan Pontianak dapat mengangkut 1.198 orang, sementara KM Binaya mampu mengangkut 1.325 penumpang. TKI Ilegal Bersamaan dengan arus mudik, pihaknya bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos), dan Dinas Perhubungan (Dishub), juga berhasil mengidentifikasi 22 TKI asal Jateng dan Jatim yang pulang dari Malaysia. Sebanyak 19 TKI asal Jateng dan Jatim, kata Bagasto merupakan TKI ilegal yang pulang ke Indonesia melalui Entikong. Dari Entikong, para TKI melanjutkan perjalanan ke Pontianak, lalu menumpang kapal umum ke Jawa. ''Sebagian besar tidak memiliki paspor, namun memiliki SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor. Setelah ditanya petugas, para penumpang itu mengaku sebagai TKI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia. ''Meski hanya empat orang yang berasal dari Jateng dan sisanya berasal dari Jatim, semua mendapat sangu Rp 25 ribu,'' katanya. Seperti telah diberitakan, Gubernur Mardiyanto beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan memberi uang saku sebesar Rp 25 ribu kepada TKI Jateng yang dipulangkan. (nik-64) |