logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Dua Kaki Ditembak Pembunuh Terkapar

  • Setelah Buron Dua Tahun

SEMARANG- Muh Zuroh (43), tersangka kasus pembunuhan di Tambaklorok yang buron sejak dua tahun silam diringkus aparat Resmob Polda Jateng, Sabtu (6/11) malam.

Dalam penangkapan, kedua kaki tersangka ditembak karena nekat hendak melarikan diri. Dia pun terkapar dan menyerah setelah dua butir peluru menembus betisnya.

Zuroh juga diduga terlibat sejumlah perampokan terhadap kapal nelayan Tambaklorok. Dalam kasus itu dia tak beraksi sendirian, tapi bersama beberapa temannya yang sudah tertangkap.

Lelaki bertubuh gempal itu diringkus saat bersembunyi di rumah seorang kerabatnya di kawasan Bangetayu, Genuk. Dia sudah lama diincar dan menjadi target operasi (TO) polisi, namun berkali-kali Zuroh dapat meloloskan diri.

Pembunuhan yang dia lakukan terjadi Januari 2002. Korbannya seorang lelaki bernama Widodo, yang masih terhitung tetangga tersangka di Tambaklorok. Menurut polisi, kasus itu dipicu dendam antara korban dan tersangka.

Widodo sudah berkali-kali berselisih paham dengan Zuroh yang dikenal sebagai preman kampung. Dia membuat resah warga karena kerap memeras dan menganiaya.

Lari ke Jepara

Selama buron dua tahun, tersangka tinggal berpindah-pindah tempat. Kali pertama dia lari ke rumah istrinya di Jepara. Namun karena merasa masih tak aman, dia bersembunyi di rumah temannya di Wedung, Demak. Itu pun tetap tidak membuatnya tenang sehingga dia terus berpindah-pindah antara Semarang, Demak, dan Jepara.

Selama dalam pelarian, tabiat keras Zuroh tak sedikit pun berkurang. Dia beberapa kali terlibat perkelahian, bahkan pernah menusuk orang di lokalisasi Tegalpanas.

Kali terakhir, Zuroh kembali ke Semarang dan menumpang di rumah seorang kerabatnya yang memiliki sebuah bisnis di Bangetayu. Di tempat itu dia bekerja sebagai sopir. Kepulangannya tercium polisi yang segera melakukan pengintaian. Setelah ditunggui beberapa jam, Sabtu malam akhirnya tersangka diringkus saat akan pulang bekerja.

''Sewaktu akan ditangkap dia berusaha kabur. Anggota kami terpaksa menembaknya,'' ungkap Kanit Resmob Polda Jateng AKP Puji Sumarsono.

Dia mengatakan, Zuroh terkenal sebagai penjahat sadis. Pihaknya akan mengembangkan kasus itu dan menyelidiki keterlibatan tersangka dalam kejadian di Tegalpanas, karena ada informasi korban penusukan di tempat itu meninggal dunia. (G3-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA