logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

Arroyo Minta Bantuan Dunia Islam

MANILA - Presiden Gloria Macapagal Arroyo, Minggu kemarin, menyerukan kepada para pemimpin muslim dunia agar membantu menjamin pembebasan sandera Filipina di Afghanistan dan Irak, saat sanak keluarga yang cemas berdoa bagi keselamatan mereka.

Departemen Luar Negeri menyatakan, masih belum ada kabar tentang nasib akuntan Robert Tarongoy, dua hari setelah saluran televisi Arab Al Jazeera melaporkan dia telah dibebaskan oleh militan yang menangkapnya dari kantornya di Bagdad, Senin lalu.

Dalam insiden lain, kelompok militan mulai berunding dengan PBB dan pejabat pemerintah Afghanistan kemarin tentang nasib tiga sandera, termasuk diplomat Filipina Angelito Nayan.

''Saat kami merayakan Iftar dan dengan semangat Ramadan, saya mengimbau kepada para pemimpin Islam dunia agar membantu Filipina menjamin pembebasan dua warga sipil yang ditangkap dalam konflik yang tidak melibatkan mereka,'' kata Arroyo dalam satu pernyataan.

''Saya tahu bahwa Islam tidak memaafkan atau menganjurkan penculikan-penculikan semacam itu.'' Ratusan sanak keluarga dan teman dua sandera itu berdoa bagi keselamatan mereka di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katholik itu kemarin.

Pimpin Negosiasi

PBB memimpin negosiasi-negosiasi bagi pembebasan Nayan, namun Manila tidak mengesampingkan perundingan dengan kelompok militan yang menyandera Tarongoy. Meski AS mendesak agar jangan tunduk pada tuntutan kelompok militan.

Washington kaget oleh keputusan sekutu dekatnya itu untuk menarik pasukan kemanusiaan Filipina dari Irak pada Juli lalu untuk menyelamatkan nyawa seorang sopir truk Filipina.

Sekitar 6.000 warga Filipina diyakini bekerja di Irak, banyak dari mereka di pangkalan-pangkalan militer AS, meski pemerintah melarang pengerahan tenaga kerja baru menyusul penculikan Juli lalu.

Tarongoy, pria berusia 31 tahun dari Kota Davao, Filipina selatan, diculik dari kantor perusahaannya di Saudi bersama seorang warga Nepal, Amerika, dan tiga warga Irak. Dua warga Irak dan seorang Nepal telah dibebaskan dan militan belum mengajukan tuntutan apa pun.

''Tidak ada perkembangan baru dan kami belum bisa mengonfirmasikan laporan sebelumnya,'' kata juru bicara Kemlu Filipina Gilberto Asuque kepada Reuters.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA