logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 SALA
Line

Daging Glonggongan Tak Ganggu Kesehatan

  • Tim Monitoring Turun ke Pasar

SUKOHARJO - Keinginan warga agar Pemkab mengatasi penjualan daging glonggongan, mendapat respons positif.

Secara mendadak, tim monitoring diterjunkan ke Pasar Kartasura, kemarin. Dalam sidak tersebut, tim menemukan daging glonggongan yang dijual para pedagang.

Tim monitoring yang dipimpin Kasubag Indagkop dan Penanaman Modal, Guruh Subriyantoro SSos tersebut terdiri atas unsur Kepolisian, Diperindagkop dan Penanaman Modal, Dinas Pengelolaan Kekayaan daerah (DPKD), Dinkes, Dipertan, Kantor Humas Informasi dan Komunikasi (HIK), serta Bagian Perekonomian Sekda.

Monitoring dilakukan dua hari di Pasar Kartasura, Toko Mitra Kartasura, Alfa Pabelan, Toko Laris Kartasura, dan di Goro Assalam.

Menurut drh Ngatmini dari Subdin Peternakan, daging sapi glonggongan tersebut ditemukan dalam jumlah banyak. Daging-daging sapi yang dipasarkan itu didatangkan dari Ampel, Boyolali.

Dari segi kesehatan, katanya, daging glonggongan tidak mempunyai efek negatif. Namun kualitasnya lebih buruk, sehingga lebih cepat mengalami pembusukan.

Ngatmini mengakui kalau cara pemotongan sapi yang diglonggong memang tidak wajar, dan termasuk penyiksaan terhadap hewan ternak. Sebab, saat akan dipotong, biasanya sapi diglonggong sebanyak tiga kali. Bahkan terkadang, sapi yang akan dipotong tersebut dalam kondisi pingsan atau tidak bisa berjalan, karena terlalu banyak minum air.

Dijelaskan, aturan ideal pemotongan sapi dan hewan ternak lainnya ada ketentuannya. Antara lain, ternak yang akan dipotong harus diistirahatkan minimal enam jam. Selama waktu istirahat, ternak yang akan dipotong tidak boleh diberi makan. Sebab jika diberi makan, bisa menyebabkan perkembangan kuman dalam organ ternak.

Pembinaan

Namun, tim tidak menyita daging sapi glonggongan yang ditemukan itu. Pihaknya hanya memberikan pembinaan dan pengarahan, baik kepada pedagang maupun konsumen.

Selain daging sapi glonggongan, juga ditemukan sejumlah makanan yang sudah kedaluwarsa di Pasar Kartasura. Namun tim hanya mengambil sample untuk diteliti, dan terhadap penjualnya dilarang untuk memajangnya lagi.

Beberapa jenis makanan kadaluwarsa yang ditemukan tersebut adalah Astor Oskar, bolu panggang Duta Rasa, biskuit Nissin, dan sirup Squash. "Menurut keterangan penjualnya, barang-barang tersebut terlambat ditarik oleh produsen atau agen distributornya," ujarnya. (G10-80a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA