| Jumat, 05 Nopember 2004 | SALA |
Dua Mahasiswa Pesta Sabu-sabuJEBRES- Dua mahasiswa ditangkap polisi saat pesta sabu-sabu di Kampung Tegalbaru RT 4 RW 4, Jebres, Rabu (3/11) malam. Dalam penggerebekan itu, Nanang Budi Prasetyo alias Gendut (25) dan Handityo Purnomo alias Han Han (26) tidak berkutik, karena polisi menemukan seperangkat alat pengisap berikut sisa sabu yang masih menempel di bong. Dengan barang bukti itu, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Solo tersebut diamankan dan hingga kemarin kasus tersebut masih terus dikembangkan polisi. Mereka yang terlibat pesta sabu-sabu itu, menurut Kapolresta Surakarta AKBP Drs Lutfi Lubihanto SH, sebenarnya telah lama dicurigai petugas, lantaran rumah kontrakannya di Kampung Tegalbaru kerap digunakan untuk pesta obat terlarang. Sebelum pesta sabu-sabu itu terbongkar, upaya pengintaian selama beberapa hari dilakukan untuk menangkap basah keduanya. Meski kerap lolos dari sergapan, petugas dari Restik Polresta tidak patah semangat. "Begitu yakin kedua tersangka sedang berpesta, anggotanya langsung menggerebek rumah tersebut," papar Kapolresta didampingi Kasat Narkoba AKP Bowo Haryanto, kemarin. Dari lokasi kejadian, selain menangkap tersangka yang sedang fly, polisi juga menemukan alat bukti termasuk bong, pengisap, dan sisa paket sabu-sabu yang beratnya sekitar satu gram. Polisi kini terus mengembangkan penyelidikan, dan mencurigai sejumlah tersangka yang diduga terlibat kasus tersebut. Seorang berinisial Yy yang kerap disebut-sebut sebagai pemasok diduga terkait perkara itu. Indikasi keterlibatan Yy berdasar pengakuan salah seorang tersangka dalam pemeriksaan kemarin. Tersangka mengaku obat terlarang jenis psikotropika dibeli beberapa waktu lalu. "Sabu-sabu yang diisapnya merupakan sisa yang dibeli dari Yy beberapa waktu lalu," kata Han Han dalam pengakuannya. Dasar pengakuan Han Han dan Gendut kian memperkuat adanya keterlibatan tersangka lain. "Adanya jaringan dan sindikat peredaran obat terlarang, terutama jenis psikotropika ini, masih dalam pengembangan kami," papar Bowo Haryanto. (G11-17s) |