logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 SALA
Line

Mantan Anggota Dewan Cairkan Dana Asuransi

KARANGANYAR - Kendati sudah disepakati pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi untuk tidak mencairkan dana asuransi, diam-diam sejumlah mantan anggota DPRD Karanganyar 1999-2004 tetap mengambil dana itu. Bahkan, mereka seperti tidak mengindahkan instruksi BPK Wilayah III Jateng Yogyakarta yang memerintahkan mengembalikan dana itu kepada kas daerah.

Pencairan dilakukan dalam sebulan ini secara diam-diam, setelah mereka menghubungi pihak PT AJ CAR. Pencairan telah selesai 1 September 2004 lalu. Dari 45 mantan anggota DPRD, diperkirakan 37 orang telah mengambilnya.

"Pencairan dilakukan setelah ada permintaan dari pihak Sekretariat DPRD Karanganyar," kata Purwanto, manager agency PT AJ CAR di Jakarta ketika dihubungi Suara Merdeka kemarin melalui telepon seluler.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, pencairan dana asuransi kesehatan Prevensia plus itu sangat aneh. Misalnya, beberapa mantan anggota FPDI-P 1999-2004 yang di-recall bisa mengambil dana asuransi itu. Sementara itu penggantinya tidak bisa mendapatkan.

Kemudian dana asuransi dalam polis yang setiap orang seharusnya bisa menerima hampir Rp 20 juta itu, hanya diterimakan Rp 15 juta.

"Dalam APBD 2004, dana asuransi kesehatan itu dianggarkan senilai Rp 1,8 miliar, sehingga setiap anggota DPRD menerima Rp 40 juta. Namun dalam perubahan APBD, alokasinya menjadi Rp 900 juta, sehingga setiap anggita mendapatkan Rp 20 juta," kata MD Sutarno, mantan Kepala Rumah Tangga DPRD.

MD Sutarno yang kini menjabat Ketua Sementara DPRD periode 2004-2009 mengaku tidak mengambilnya, meski ditawari berulang-ulang. Dia juga mengaku sudah mengimbau koleganya yang kini terpilih kembali, untuk tidak mengambil.

Pelaksana harian (Plh) Sekwan, Dalino, ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku tidak habis pikir atas pencairan dana asuransi itu. Apalagi dibagi-bagikan secara personal, tanpa prosedur melalui Sekretariat DPRD.

Mantan Ketua Fraksi Pembaruan, Endang Sri Hanyani dan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Juliyatmono yang kini kembali terpilih menjadi anggota DPRD mengakui telah mencairkan dana asuransi itu.

Menurut Endang, pencairan itu atas permintaan pihak PT AJ CAR, bukan inisiatif pribadi. "Semula saya ragu mau mengambil atau tidak. Karena didesak akhirnya saya cairkan," kata dia ketika dihubungi melalui telepon seluler, kemarin.

Berdasarkan PT AJ CAR, kata Endang, polis yang terdaftar adalah nama-nama anggota DPRD secara personal, meski kontraknya dilakukan secara bersama-sama melalui lembaga DPRD. Karena polis itu ditulis secara personal, maka pencairannya juga harus secara personal.

Sementara itu Juliyatmono yang kini terpilih sebagai Ketua DPRD Karanganyar tidak banyak berkomentar, meski dia juga mencairkan. "Uang itu memang seharusnya masuk ke kas daerah," katanya pendek.(G8-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA