logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 PANTURA
Line

"Tahun Depan Paket Sembako Jangan Hanya Beras, Gula..."

BATANG - ''Pak kalau bisa, untuk tahun depan, paket sembako murah ini tidak hanya beras, gula, dan minyak goreng, tapi dilengkapi dengan roti dan sirup. Barang-barang itu juga kami butuhkan dengan harga yang murah seperti sekarang,'' ujar Ny Tasmiah saat membeli paket sembako murah yang diselenggarakan di Kecamatan Batang, kemarin.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Batang, Kamis (4/11) menggelar pasar murah di 12 kecamatan. Sebanyak 20.000 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir, masing-masing dua kg, dan minyak goreng yang disubsidi dijual kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

Pelaksanaan pasar murah itu ditinjau Asisten Ekonomi Pembangunan Susilo SH MM didampingi Kabag Perekonomian Gigih Sayogo SH dan Kasubag Perekonomian Daerah M Isnanti SE MSi. Sejak dibuka, masyarakat sudah berbondong-bondong untuk membeli paket sembako itu.

''Pasar murah ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, khususnya dalam menghadapi Lebaran. Tahun ini sekitar 20.000 paket kami distribusikan ke 12 kecamatan yang diteruskan ke desa-desa,'' ujar Gigih Sayogo.

Dia menjelaskan, paket sembako yang terdiri atas beras, gula, dan minyak goreng itu disubsidi pemerintah Rp 5.000. Tahun lalu, saat digelar pasar murah juga dilakukan subsidi tapi hanya Rp 4.000.

Kegiatan pasar murah, selain membantu masyarakat yang kurang mampu juga untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tidak terus melambung tinggi.

''Untuk itu, harganya pun disubsidi dari harga yang seharusnya Rp 16.150, paket sembako di pasar murah ini cuma Rp 11.150,'' ujar M Isnanto.

Program pasar murah sebagai kepedulian Bupati Bambang Bintoro SE dalam membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu, agar tetap bisa membeli barang-barang kebutuhan pokok. Khususnya, sembako yang pada saat menjelang Lebaran ini kebutuhan masyarakat terhadap barang itu sangat banyak.

Saat meninjau pelaksanaan pasar murah di Desa Pasekaran, Asisten Ekbang Susilo terkejut karena melihat di balai desa belum ada tanda-tanda pasar murah itu digelar. ''Pak Kades, mana pasar murahnya kok belum ada?''

Belum Diambil

''Paket belum kami ambil, sebentar lagi akan ke kecamatan untuk mengambil paket sembako,'' ujar Kades Pasekaran Rozikin.

Sementara itu, langkah sigap dilakukan Ymt Camat Wonotunggal Sutiyo SSos, yang justru menerapkan sistem jemput bola. Begitu mendapat kiriman dari kabupaten dia langsung mengerahkan anak buahnya yang dipimpin Sekcam Drs Haryono untuk melakukan pengedropan paket sembako itu ke desa-desa.

''Sebagian sudah kami drop ke desa-desa sejak Rabu lalu sehingga pada pelaksanaan Kamis ini barang sudah siap di desa-desa,'' ujar Sutiyo.

Kunjungan dilanjutkan di Kecamatan Warungasem. Menurut penuturan Camat Imam Sujono SSos, untuk membuat paket sembako itu pihaknya lembur sejak Selasa. ''Terutama menimbang beras dan gula yang masing-masing dua kilogram, sedangkan minyak goreng tidak masalah karena sudah dalam botol. Dulu, kami juga yang memasukkan ke dalam plastik.'' (ar-14n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA