| Jumat, 05 Nopember 2004 | PANTURA |
Daerah Rawan Pemalakan Ditertibkan oleh PolisiSLAWI - Sejumlah daerah rawan pemalakan yang dilakukan preman yang pernah dikeluhkan sejumlah agen minyak tanah di Kabupaten Tegal, sejak Selasa (2/11) lalu hingga menjelang Lebaran terus di-dioprak-oprak polisi. Satu Satuan Samapta yang dipimpin langsung Kasat Samapta AKP NGK Putra mengatakan, awalnya mereka mendatangi dekat jembatan Kebandingan Kecamatan Warureja yang ditengarai sering terjadi pemalakan terhadap sopir truk tangki pengangkut minyak tanah. Di tempat tersebut, petugas mendapatkan enam pria yang diduga preman. Mereka yang pada awalnya terlihat kongko-kongko di pagar jembatan, langsung lari begitu melihat mobil patroli Samapta datang dan berhenti di dekat jembatan. Menurut AKP NGK Putra, di lokasi itu memang sangat potensial terjadi pemalakan. Dengan kondisi jembatan yang sedikit rusak, preman lebih leluasa memaksa sopir untuk memberikan uang. "Karena itu, sambil menunggu perbaikan jembatan yang rusak, polisi selalu melakukan patroli di daerah rawan pemalakan," tutur AKP NGK Putra. Terus Dioperasi Daerah lain di Kecamatan Warureja yang berbatasan dengan Kabupaten Pemalang, juga secara bergilir terus dilakukan operasi pada jam-jam tertentu yang dinilai rawan pemalakan. Kapolres Tegal AKBP Drs Tri Nugroho DJ Adi SH MSi mengatakan, sejak muncul keluhan soal aksi pemalakan, pihaknya langsung melakukan tindakan ke lapangan. Antara lain dengan meningkatkan operasi di daerah rawan tersebut. Menurut penuturan dia, sebenarnya yang mendapat pengawalan secara khusus bukan saja truk pengangkut BBM, melainkan juga kendaraan barang pengangkut sembilan bahan pokok, seperti minyak goreng, gula, dan beras. "Wah, kalau premannya nekat, kita juga punya tindakan tegas. Jangan main-main dengan polisi. Kalau rewel ya kita sikat. Mereka kan mengganggu distribusi sembako yang dibutuhkan masyarakat luas menjelang Lebaran," tutur Kapolres Tegal. Dia juga mengatakan, kini sejumlah sopir BBM dan agen minyak tanah mengaku merasa lega, lantaran aksi pemalakan sudah hampir tidak ada karena di daerah tertentu polisi meningkatkan patroli. Pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pengusaha yang berani melaporkan tindak pidana di lapangan. Sebab, keberanian tersebut membantu tindakan polisi dalam mengantisipasi kejahatan di tengah masyarakat. (D12-74n) |