logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 PANTURA
Line

Grup Rebana Baitul Makmur Kesesi

Sibuk Manggung pada Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan penuh hikmah. Segenap umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah termasuk menggelar berbagai kegiatan keagamaan. Beberapa kelompok kesenian yang bernuansa agama pun ikut merasakan hikmah pada bulan ini. Mereka banyak mendapat pesanan untuk manggung memeriahkan berbagai kegiatan keagamaan.

Seperti Grup Rebana Baitul Makmur dari Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang semakin sibuk begitu memasuki bulan Puasa. Mereka sering mendapatkan undangan untuk manggung memeriahkan berbagai acara seperti buka bersama, pengajian, atau kegiatan lain.

Grup rebana memang salah satu kesenian yang sering menjadi pilihan masyarakat untuk membuka acara-acara keagamaan. Bahkan, beberapa anggota masyarakat juga menggunakannya dalam acara resepsi pernikahan atau khitanan.

Seperti halnya grup rebana lain, Baitul Makmur juga menampilkan lagu-lagu selawat yang diringi dengan tetabuhan rebana dari berbagai ukuran. Ada rebana yang kecil dan berukuran sedang dengan bentuk seperti beduk. Dari jumlah 15 personel, ada empat qari dan qariah (pembaca Alquran-Red) yang juga menjadi vokalis utama dalam mendendangkan selawat atau lagu-lagu bernapaskan Islam.

Pimpinan Grup Rebana Baitul Makmur Kasbullah SPd mengemukakan, yang menjadi daya tarik grup rebana asuhannya adalah karena anggotanya yang mayoritas anak-anak. Meski mayoritas anggotanya masih berusia 8-17 tahun, mereka memiliki suara merdu dan tak kalah dengan para penyanyi selawat dewasa.

"Sebagian besar yang jadi vokalis pernah menjuarai lomba tilawatil Quran tingkat kabupaten," ujarnya.

Di samping menjuarai tilawatil Quran, sambung dia, ada juga yang juara drama tingkat pelajar Kabupaten Pekalongan. Kemampuan drama sangat penting bagi mereka untuk bisa mengemas tampilannya sehingga lebih elok dilihat.

Laris

Dua minggu terakhir Ramadan ini, ujar dia, permintaan manggung grup rebana yang didirikan dua tahun lalu itu biasanya bertambah laris. Sebab, pada saat itu banyak anggota masyarakat yang menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati Nuzulul Quran.

Tingkah lucu dan spontanitas anak-anak terkadang membuat daya tarik tersendiri seperti yang disuguhkan grup rebana tersebut saat tampil memeriahkan acara buka bersama di Mapolres Pekalongan, belum lama ini. Saking semangatnya menghibur, mereka lupa suara azan magrib tanda berbuka telah tiba.

Kasbullah sebagai pimpinan grup terpaksa turun tangan memberi komando agar pementasan segera diakhiri. Secara serentak, mereka pun berhenti. Namun, banyak anggota penabuh rebana yang mukanya terlihat bingung dan kaget dengan komando tersebut. Setelah diberitahu alasan berhenti, baru mereka tersenyum dan meletakkan alat musiknya ke bawah kursi. Beberapa pengunjung yang serius mengamati kejadian itu ikut tersenyum melihat spontanitas dan ekspresi anak-anak tersebut. (Muhammad Burhan-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA