logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 PANTURA
Line

Tersambar Baling-baling Kapal

Kepala Nakhoda KM Wiji Putus

BATANG- Peristiwa memilukan terjadi di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Klidanglor, Batang, Rabu sore lalu. Sutomo (50) nelayan warga Desa Lugung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tewas menyedihkan, kepalanya putus tersambar baling-baling mesin kapal.

Peristiwa itu berawal ketika korban yang juga nahkoda sekaligus pemilik kapal motor (KM) Wiji bersama-sama dengan anak buah kapal (ABK) Sukanan (45) penduduk Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban dan Hadi (50) tetangganya akan berangkat melaut mencari ikan di perairan Laut Jawa. Setelah mesin dihidupkan, perlahan-lahan kapal mulai meninggalkan PPI Klidanglor. Pagi sebelumnya, KM Wiji merapat di PPI itu untuk membongkar ikan dan melelangya.

Setelah keluar pelabuhan, Sutomo selaku nakhoda bermaksud menambah kecepatan kapal. Penggerak kapal itu menggunakan dua buah mesin yang terpasang pada bagian buritan (belakang).

Saat menuju ke mesin itu, Sutomo masih menggunakan sarung yang dikalungkan di leher. Oleh Hadi, dia sudah diperingatkan agar melepas sarungnya terlebih dahulu apabila dekat mesin. Hal tersebut karena kedua mesin salah satunya tidak ada pelindung.

"Namun, Sutomo tetap mendekati mesin itu dengan sarung yang masih melilit di leher. Bahkan dia tetap nekat menarik tuas gas untuk menambah kecepatan kapal," ujar Sukanan.

Saat membungkuk tanpa disadari, sarung yang dikalungkan menyangkut baling-baling mesin kapal. Karena putaran mesin kapal yang kencang, tubuhnya ikut tertarik. Kuatnya daya tarik baling-baling mesin itu mengakibatkan korban terjatuh. Saat itulah kepala korban masuk dalam putaran dan langsung putus.

Sukanan dan Hadi, yang berada di atas merasakan ada keganjilan di mesin. Sebab, laju kapal tidak stabil sementara deru mesin seperti menyangkut benda. "Saat itu terdengar suara kemresek dan mesin seperti batuk-batuk. Saya curiga, kemudian turun melihat mesin ternyata darah sudah membasahi lantai kapal sementara tubuh Sutomo tergeletak tanpa kepala," tutur Hadi.

Dalam keadaan panik, kedua ABK itu masih bisa menguasai keadaan kapal, kemudian mesin dimatikan. "Saat itulah saya melihat kepala Sutomo berada tak jauh dari mesin yang tak ada pelindungnya. Untung saja tidak ngglundung jatuh ke air. Padahal, jaraknya tinggal sejengkal tangan," ungkap Sukanan.

Kapal kemudian diarahkan kembali untuk merapat di dermaga PPI Klidanglor, kemudian peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Kapolsek Batang Kota AKP Tukiran bersama Kanitreintel Aipda Suntoyo dan anggota segera meluncur ke pelabuhan mendatangi tempat kejadian kemudian mencari saksi-saksi.

Jenazah korban segera dibawa ke RSUD Kalisari dengan mobil ambulans milik DPC PDI-P yang dikemudikan R Widi Permana. Hasil visum dr Nurb'ah, korban meninggal karena tulang lehernya putus.

Kepala Bagian Kamar Mayat RSUD Kalisari, Linggis mendapat tugas menyambung kepala korban, dan hari itu juga jenazah langsung dibawa ke Lamongan untuk dimakamkan.

Kapolres Batang AKBP Drs Edy S Setjo MM mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada mayat korban. Peristiwa itu murni karena kecelakaan saat bekerja. (ar-14s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA