logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 PANTURA
Line

Keranjang Parsel Laris Manis

DI sepanjang Jalan Raya Talang antara Kota Tegal dan Slawi, tepatnya di Desa Talang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, kita bisa menyaksikan pemandangan yang lain dari biasanya. Jika menengok ke arah kiri, akan mendapati puluhan keranjang parsel yang dipajang di depan rumah.

Salah satunya berada di teras rumah Ny Endang, penjual keranjang parsel di sebuah titik jalan itu.

Dengan memanfaatkan salah satu ruangan rumah ukuran 4x6 meter, Endang yang mengaku membuka usaha penjualan keranjang parsel sejak 2002, mulai mengembangkan usahanya dari nol. Pertama kali buka, barang yang dijual hanya sebatas barang keranjang. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, usahanya makin lama kian berkembang.

Bagi masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya, banyak yang meminta pesanan kepada Ny Endang. Keranjang parcel itu ternyata bukan saja untuk kegiatan menyambut Lebaran, tapi ada di antaranya yang juga menggunakannya untuk perlengkapan pernikahan.

Memang, pada musim Lebaran pesanan keranjang lebih besar ketimbang hari biasa. Pemesan juga dari berbagai kalangan, baik toko maupun perorangan dan kantor.

Dua bulan sebelum menghadapi Lebaran, Ny Endang sudah menyiapkan dan mendatangkan berbagai macam keranjang. Salah satu pemasok tetap, berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Tentang jumlahnya, melebihi hari biasa. "Kalau sejak awal tidak dipersiapkan saat menjelang maupun setelah Lebaran, akan kerepotan melayani pesanan," ujarnya.

Diakui, dirinya pernah tidak mampu memenuhi permintaan sejumlah toko pembuat parsel karena keterbatasan kemampuan. Untuk mengantisipasi kekurangan keranjang itu, dia selalu menyiapkan sejak beberapa minggu sebelumnya. Itu penting, agar saat ada pesanan besar, semua bisa terlayani.

Keranjang parsel tersebut didatangkan dari Kota Cirebon, terbuat dari dari rotan dan bambu. Untuk masalah harga, di toko tersebut ternyata relatif murah. Satu keranjang ditawarkan Rp 7.000-Rp 10.000. Satu hari, kata dia, dapat menjual 25-30 keranjang.

Kenaikan

Sesuai dengan pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, pesanan naik 100%, biasanya setelah Lebaran. Kalau sebelum dan saat Lebaran, keranjang parsel hanya terjual 10-15 buah.

"Memang, kalau dibandingkan dengan hari biasa, saat ini terjadi kenaikan hampir 80% lebih. Permintaan pesanan akan semakin meningkat setelah Lebaran," katanya.

Usahanya juga menyediakan perlengkapan pernikahan. Antara lain berbagai bentuk pernak-pernik sebagai kenang-kenangan pernikahan, hiasan dinding, dan berbagai tempat makanan kecil.

Ani (28), salah seorang pembeli mengatakan, keranjang yang dijual di toko Mbak Endang selain murah, kualitasnya juga dijamin bagus.

"Setiap ada keperluan yang berhubungan dengan soal bingkisan, saya selalu membeli perlengkapan di toko itu, baik aksesori maupun keranjang. Sebab selain komplet, harga yang ditawarkan pun di bawah harga di tempat lain," katanya. (Wawan Hudiyanto-74a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA