| Jumat, 05 Nopember 2004 | PANTURA |
Perlu Tempat Wisata yang NyamanSEBENARNYA masyarakat Kota Pekalongan haus hiburan. Itu dibuktikan dengan membanjirnya pengunjung di pantai Pekalongan pada saat liburan. Karena itu, kehadiran investor bidang wisata sangat diharapkan. "Saya yakin kalau tempat wisata yang dibangun benar-benar indah dan nyaman akan banyak pengunjung. Kalau pantai yang masih belum tergarap saja banyak pengunjung, apalagi kalau sudah tergarap dengan baik. Itu pasti banyak pengunjung," kata Kepala Kantor Pariwisata Kota Pekalongan, Totok Parwoto SSos. Ditemui Suara Merdeka kemarin, Totok menjelaskan, selama ini Pekalongan memiliki beberapa tempat wisata bahari, antara lain Pantai Pasir Kencana dan Pantai Slamaran. Namun, beberapa tahun terakhir kota ini juga mengembangkan wisata belanja. Wisata belanja yang sudah ada antara lain Pasar Grosir Setono, MM Grosir, dan Grosir Gamer. Masyarakat bisa belanja sambil wisata. Sebab, tempatnya cukup nyaman sehingga orang akan betah berjam-jam belanja di tempat itu. Ini seperti di Grosir Setono. Tempat wisata belanja ini paling pesat berkembang dibandingkan dengan lainnya. Dengan demikian, grosir batik itu dikenal di berbagai Kota besar di Indonesia sehingga banyak wisatawan yang mampir ke tempat itu. Namun intinya, sebenarnya Pekalongan sangat mendambakan adanya tempat wisata. Karena itu, pembangunan wisata bahari di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) saat ini benar-benar memberikan harapan semua pihak. Terlepas dari soal teknis pembangunan yang menjadi kewenangan PPNP, Kantor Pariwisata sangat mendukungnya. Apalagi rencananya akan dibangun akuarium untuk ikan laut dan ikan darat, termasuk fasilitas lainnya. Yang jelas, keberadaan tempat wisata bahari itu akan menghibur masyarakat Pekalongan sekaligus memberikan pengetahuan tentang potensi kelautan yang saat ini menjadi andalan Kota Pekalongan. Namun, lanjutnya, diharapkan pengelolaan wisata bahari itu bisa dilakukan dalam satu pintu. Artinya, wisata bahari yang lokasinya berdampingan dengan Pasir Kencana harus dalam satu kesatuan. "Ibaratnya seperti Ancol. Begitu orang masuk, jika ingin masuk ke salah satu objek lain harus membayar sendiri. Manajemen keuangannya bisa sendiri-sendiri, tetapi objeknya tetap dalam satu lokasi." Ajkan tetapi, jika dua tempat wisata yang berdampingan itu melalui pengelolaan berbeda dan melalui pintu sendiri, maka akan bisa menimbulkan persaingan kurang sehat. Untuk itu, dia berharap pengelolaannya bisa melalui satu pintu, dalam arti, dilakukan kerja sama yang baik sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) Nuryanto mengaku, pengelolaan wisata bahari kelak bisa dilakukan bekerja sama dengan Pasir Kencana. Namun bagaimana bentuknya, sampai kini belum bisa dibicarakan karena pembangunan wisata bahari itu baru saja dimulai. (Trias Purwadi-74n) |