logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 PANTURA
Line

"Waspadai Macet di Pasar Linggapura"

BUMIAYU - Arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan di jalur Tegal-Purwokerto diperkirakan mulai pada H-3 Lebaran. Jika pada tahun lalu kemacetan arus terparah di Jalan Diponegoro pusat Kota Bumiayu, kali ini diperkirakan merata di sejumlah titik.

"Jalur alternatif Bumiayu tahun ini dioperasikan penuh, sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan arus di jalur utama," kata Kepala Terminal Bumiayu Ari Mardiyono SIP, kemarin.

Pada tahun-tahun sebelumnya kemacetan paling parah terjadi di Jalan Diponegoro. Pada puncak kemacetan, antrean kendaraan dapat mencapai tujuh kilometer. Namun, menyusul pemfungsian jalur alternatif Bumiayu, volume kendaraan yang masuk ke jalur utama Kota Bumiayu diperkirakan berkurang.

Meski demikian, potensi kemacetan bukan berarti tidak ada. Sejumlah titik rawan tetap perlu diwaspadai.

Antara lain, di jalan Pasar Linggapura, Pasar Margasari, dan Pasar Balapulang Kabupaten Tegal. "Yang perlu diwaspadai terutama di jalan Pasar Linggapura," imbuhnya. Ari mengimbau kepada pemudik yang akan melalui jalur Tegal-Purwokerto untuk menghindari waktu-waktu padat arus lalu lintas. "Usahakan melakukan perjalanan pada saat kepadatan rendah seperti malam dan dini hari," kata dia.

Banyak Tanjakan

Hal itu untuk meratakan volume arus kendaraan. Selain itu, pemudik juga diminta berhati-hati selama perjalanan. Sebab, sepanjang jalur Tegal-Purwokerto terdapat banyak tanjakan dan kelokan. Selain itu, pada musim hujan jalan menjadi licin. "Apalagi marka sepanjang jalan itu sudah terhapus. Pada malam hari pengguna jalan harus ekstrahati-hati," ujar dia.

Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima pos dan subpos pengamanan arus mudik. "Seminggu sebelum hari raya semua pos dan subpos sudah efektif berfungsi," kata dia.

Dua pos utama didirikan di pintu masuk utara jalur alternatif di Dukuh Rancakalong Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu dan di Pasar Induk Bumiayu. Selain itu, subpos juga didirikan di sepanjang jalur alternatif, antara lain di perempatan Desa Langkap, perempatan Desa Negaragaha, dan pertigaan Desa Bantarkawung. Selain itu, untuk mengamankan arus mudik pihaknya akan mengerahkan 72 personel, terdiri atas 40 polisi, 20 pramuka, dan 12 Banser. (on-74e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA