| Jumat, 05 Nopember 2004 | NASIONAL |
Ketegangan Membuat Krisis PemerintahanYOGYAKARTA- Ketegangan yang terjadi antarkoalisi di legislatif dengan eksekutif, menurut mantan Ketua MPR Amien Rais, bisa membuat krisis pemerintahan semakin parah. Jika semua pihak, Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan, serta eksekutif tak mau kompromi hanya akan membuat situasi bertambah parah. Amien menyampaikan itu usai mengikuti peringatan Nuzulul Quran di Masjid Sudirman, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, semalam. Kegiatan itu diikuti para PNS di lingkungan Pemkot dan masyarakat umum. Seperti diberitakan, antarkoalisi di DPR RI terlibat konflik. Masing-masing bersikeras mengenai pembentukan komisi-komisi. Akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan agar jajaran eksekutif untuk semantara tidak memenuhi undangan legislatif sampai persoalan di tubuh wakil rakyat tersebut selesai. Dia mengakui, perspektif politik 100 hari pertama pemerintahan SBY-Jusuf Kalla sangat berat baik secara moral maupun politik untuk menghidangkan sesuatu yang lebih konrket. Dia mengatakan hal itu usia ceramah di Nuzul Qur'an di Universitas Muhamadiyah Magelang, Rabu malam (3/11). Bila dalam 100 hari tak ada apa-apa, tetapi hanya semboyan-semboyan, dikhawatirkan kepercayaan rakyat akan sedikit berkurang. Lain halnya jika dalam kurun itu sudah ada tiga atau empat koruptor kakap, yang kena BLBI atau BPPN, diajukan ke meja hijau. Semua orang akan angkat topi. (D19,pr-83) |