logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 NASIONAL
Line

PR Grendel Dibobol Maling

MALANG- Aparat Polresta Malang kini disibukkan melacak kasus pembobolan brankas di pabrik rokok Grendel Malang yang terjadi Rabu dini hari lalu (3/11). Kerugian akibat kejadian itu Rp 1,1 miliar. Empat karyawan pabrik di bawah pengelolaan PT Karya Niaga Bersama itu, sekarang masih diminta keterangan.

Menurut Kasat Reskrim AKP Totok Suhariyanto yang mendampingi Kapolresta AKBP Fatkhur Rakhman, keempat karyawan itu mengaku melihat bekas-bekas kejadian tersebut. Uang Rp 1,1 miliar akan digunakan membayar THR 1.000 karyawan. Wim Aprianto, Kepala Umum dan Personalia perusahaan itu, mengatakan, THR tetap dibayarkan, tapi belum bisa memberi penjelasan kapan waktunya. Sebab sibuk menangani kehilangan uang.

Pencuri diduga masuk ke lantai dua, tempat brankas, lewat salah satu pintu di utara atau selatan. Sebab, menurut beberapa karyawan, untuk menuju lantai dua hanya ada dua pintu, yakni di bagian utrara dan selatan. Ada lagi satu pintu lainnya, namun pintu tersebut menuju dapur.

Dua dari empat orang yang sedang diperiksa adalah karyawan bagian keuangan. Seorang dari bagian kebersihan dan satu lagi satpam. Saat itu petugas kebersihan yang hendak membersihkan ruangan melihat pecahan kaca jendela di lantai dua yang merupakan ruang bagian keuangan. Menurut Totok Suhariyanto, petugas itu melihat ada bekas congkelan di lemari besi.

Dia akhirnya memberi tahu satpam, selanjutnya melaporkan ke Polsek Blimbing. Untuk mencari sidik jari atau petunjuk pelaku, polisi mengerahkan anjing pelacak dari K-9 Kompi B Brimob di Ampeldento Malang. "Sepertinya pelakunya rapi karena beberapa kali kita keliling anjing belum bisa mengendus bekas-bekas pelaku atau petunjuk lainnya," kata seorang petugas.

Saat ini lantai dua sudah dipasangi police line dan tidak seorang pun boleh naik, kecuali polisi. Yang menarik perhatian polisi adalah anjing pelacak berkali-kali mengarah endusan ke pos satpam di pintu utara.

Menurut sumber di kepolisian, saat dilakukan olah tempat kejadian perkara ternyata tidak ditemukan satu pun sidik jari, semuanya bersih. "Uang yang hilang bukan di brankas, melainkan di filling cabinet dan yang dibuka paksa justru laci tempat uang itu disimpan. Uang tersebut sudah dimasukkan dalam amplop dan siap dibagikan kepada para karyawan," ujar sumber itu.

Polisi sudah mengembangkan pemeriksaannya dengan memanggil tujuh satpam yang bertugas saat kejadian. Kepala Disnaker Kota Malang Darussalam Subekti mengatakan, pabrik rokok Grendel tetap berkewajiban membayar THR untuk karyawan. "Kalaupun ada musibah yang tidak diduga seperti pencurian sekarang, hal itu bisa dibahas bersama. Sementara polisi juga tetap harus melakukan penyidikan apakah hilangnya itu benar-benar dicuri atau ada rekayasa," katanya. (jo-83t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA