| Jumat, 05 Nopember 2004 | NASIONAL |
Hanya Sempat Tidur Dua JamWASHINGTON - Rabu petang lalu, George W Bush hanya bisa menunggu, menunggu, dan menunggu. Sepanjang petang itu dia tidak tidur. Dia berada di Gedung Putih, menunggu hasil pemilihan presiden yang masih belum diumumkan ketika dia akhirnya pergi tidur pukul 05.00 waktu setempat - biasanya pada pukul itu dia sudah bangun. Dua jam kemudian dia terbangun lagi, namun tetap belum ada hasilnya. Pada pukul 08.00 dia kembali ke Oval Office. Di gedung itu dia menerima penjelasan singkat dan menelepon kolega-kolega Republiknya yang memenangi pemilihan mereka (Senat dan Kongres) ketika, pada akhirnya, telepon yang dia inginkan datang. Kala itu pukul 11.02, saat dia diberitahu bahwa John Kerry sedang menunggu untuk berbicara dengannya. Bush berjalan mengitari mejanya untuk menerima telepon. Senator Massachusetts itu mengakhiri kekhawatiran tentang persaingan lama dan imbang mengenai hasil pemilihan di negara bagian penting Ohio dengan tiga kata pendek: "Congratulations, Mr Presiden (Selamat, Tuan Presiden)". Kedua tokoh yang bersaing itu berbincang-bincang selama tiga atau empat menit, saling memuji, dan kemudian perayaan-perayaan bagi kemenangan Bush pun dimulai. Peluk Semua Orang Presiden yang terpilih kembali itu memeluk semua orang yang berada di sekitarnya di Gedung Putih, sedangkan para pembantu seniornya seperti Kepala Staf Andrew Card menghentikan pekerjaan yang dilakukannya untuk mengucapkan selamat kepada Bush. Bush bertemu Wapres Dick Cheney di ruang masuk, dan kemudian pulang ke kediamannya untuk berbicara dengan istrinya, Laura, kata juru bicara Scott McClellan kemudian. Sejumlah koresponden mengatakan air mata meleleh di Sisi Barat Gedung Putih, tempat staf politik presiden bekerja, saat kabar pengakuan kalah dan akhir penantian itu tersebar cepat. Bush menambah emosi itu, dengan mengunjungi Sisi Barat Gedung Putih untuk mengucapkan terima kasih secara pribadi atas upaya-upaya yang mereka lakukan selama kampanye dan hari pemilihan. Kemudian, saat para pembantunya mempersiapkan apa yang mereka sebut pidato rendah hati dan bersifat mendamaikan, Presiden Bush pergi ke ruang olahraga Gedung Putih untuk sekadar latihan. Dan, pemilihan Presiden AS tahun 2004 telah berakhir.(bbcnews-niek-46) |