logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 MURIA
Line

Ditemukan Ratusan Makanan-Minuman Kedaluwarsa

  • Hasil Sidak di Blora dan Cepu

BLORA - Ini peringatan bagi warga Blora dan Cepu yang ingin berbelanja makanan untuk persiapan Lebaran, terutama soal tanggal kelayakan sebuah makanan kemasan bisa dikonsumsi.

Pasalnya, sidak yang dilakukan oleh DKK Blora ke toko makanan dan minuman di Blora-Cepu menemukan ratusan makanan dan minuman yang kedaluwarsa, rusak kemasannya dan diduga sudah dimasuki bakteri. Jenisnya cukup bervariatif, seperti bumbu masak, roti kaleng yang rusak, dan mi instan yang kedaluwarasa.

Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan DKK Blora Drs Kutarno menjelaskan, sidak yang dilakukan ke sejumlah toko makanan kategori besar di Blora dan Cepu itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Deperindagkop, Perekonomian termasuk dari DKK.

''Hasilnya, ditemukan cukup banyak makanan dan minuman yang kedaluwarsa, termasuk diragukan jika dikonsumsi. Ini peringatan bagi warga untuk berhati-hati,'' ungkapnya.

Dia menjelaskan, operasi di wilayah Kecamatan Kota Blora dilakukan di lima sasaran, yakni sejumlah toko makanan dan minuman kategori besar. Hasilnya ditemukan sejumlah makanan kemasan, baik dalam plastik, kertas maupun kaleng yang kedaluwarsa. Termasuk makanan yang kaleng kemasannya menggelembung. ''Makanan yang kaleng kemasannya menggelembung diindikasikan sudah dimasuki bakteri, sehingga tidak aman dikonsumsi.''

Tanpa Label

Dalam operasi tersebut, lanjut Kutarno, tim juga menemukan sejumlah makanan kemasan tanpa label. Termasuk makanan kaleng produk luar negeri yang belum teregrestasi di balai POM. Hal itu jelas menyalahi aturan.

Yang perlu dicermati, dalam operasi di Blora itu tim juga menemukan makanan tanpa label halal, sehingga rentan jika dikonsumsi oleh umat muslim. Ditanya mengenai jumlahnya, Kutarno mengatakan, lumayan banyak, yakni puluhan minuman dan makanan.

Sementara itu, dalam operasi di Cepu, tim juga menemukan sejumlah besar makanan dan susu kemasan kedaluwarsa. Diungkapkan, kebanyakan susu instan yang ditemukan sudah kedaluwarsa.

Atas temuan-temuan itu, tim memperingatkan sejumlah toko dan memerintahkan agar menyingkirkan barang atau makanan tidak layak konsumsi atau meragukan untuk di konsumsi.

''Waktu itu ada dua opsi, pertama barang-barang tersebut dimusnahkan di tempat atau dikembalikan kepada produsennya,'' ujar Kutarno. (ud-90e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA