logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

Rival Karzai Terima Kekalahan

KABUL - Para pesaing utama Presiden Afghanistan Hamid Karzai akhirnya Kamis kemarin menerima kekalahan mereka, sehari setelah badan pemilu Afghan-PBB menyatakan Karzai pemenang pemilu bersejarah 9 Oktober lalu.

Pada hari pemilihan, kubu penentang Karzai mengancam untuk menolak mengakui hasil pemilu itu, setelah para wakil mereka melaporkan sejumlah ketidakberesan di TPS-TPS.

Namun mereka kemudian sepakat untuk menunggu hasil penyidikan tim independen. ''Kami semua sampai pada kesimpulan untuk menerima hasil pemilu, demi kepentingan negara, meskipun ada kecurangan,'' kata Yunus Qanuni kepada para wartawan di Hotel Intercontinental, Kabul.

Qanuni adalah kandidat urutan kedua teratas dalam hasil pemilu tersebut.

Sebuah tim pakar pemilu independen mengatakan pekan ini, ada beberapa kasus kecurangan, ternasuk kartu suara palsu.

Namun jumlahnya tidak akan mengubah hasil, dan suara-suara yang tidak sah tersebut tidak mendukung kandidat tertentu.

Pemilu tersebut dipandang sebagai titik balik yang menentukan. Banyak warga Afghan berharap pemilu itu menandai awal dari berakhirnya perang selama sekitar 25 tahun.

Konflik seperempat abad di Afghanistan itu dimulai sejak pendudukan Soviet, perang saudara, pemerintahan Talib, dan sekarang perlawanan gerilya Talib terhadap pasukan pimpinan AS dan tentara Afghan.

Ketika berbicara, Qanuni yang etnis Tajik itu diapit oleh para kandidat lain yang juga kalah. Mereka meliputi Mohammad Mohaqiq (etnis Hazara), dan wakil etnis Uzbek Jenderal Abdul Rashid Dostum.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA