| Jumat, 05 Nopember 2004 | INTERNASIONAL |
Rakyat Irak Tagih Janji Presiden BushBAGDAD - Rakyat Irak menantang Presiden George W Bush agar membawakan fajar baru bagi mereka - era yang lebih baik daripada masa Saddam - seperti telah dijanjikan AS. ''Bush berulangkali bicara soal kebebasan dan demokrasi. Tetapi, pada kenyataannya kematian dan kehancuranlah yang dia ciptakan. Mana uang hasil penjualan minyak kami? Mana perlistrikan kami?'' tanya Abu Ghazwan, seorang pedagang grosir di Bagdad. ''Bush telah menyingkirkan Saddam. Maka, tunjukkan dia lebih baik daripada bekas pemimpin kami itu. Sayangnya, Bush hanya ingin bermain sebagai kekuatan pendudukan.'' Setiap hari menghadapi pengeboman - baik dari pasukan AS maupun gerilyawan - dan penculikan, banyak rakyat Irak yang cemas mengetahui Bush terpilih kembali. Sekalipun senang Saddam telah tumbang, mereka - seperti kebanyakan bangsa Arab khawatir Bush selama empat tahun kedua masa jabatannya akan menciptakan lebih banyak banjir darah di negeri mereka. Rakyat Irak rupanya sadar betul apa arti doktrin pre-emptive strike (pukul dulu baru dicari kesalahannya) yang menjadi doktrin pemerintahan Presiden Bush. ''Mereka menyebut Saddam penjahat. Tetapi, Bush adalah penjahat terbesar dan teroris paling berbahaya di dunia,'' kata Waad Mohammed Ali, seorang pedagang daging di Bagdad. ''Saya merasa, tindak kejahatan dan pembunuhan makin marak saja selama dia berkuasa. Tidak ada yang sebaik Kerry. Yang lainnya hanya pengisap darah kami.'' Reaksi Asia Kebanyakan pemimpin negara Asia merasa gembira atas terpilihnya kembali George W Bush sebagai presiden AS. Tetapi, sebagian lainnya meminta Bush tidak hanya mengurusi isu perang melawan teror selama masa jabatan empat tahun keduanya. Para pemimpin Jepang dan Australia, yang punya hubungan sangat baik dengan Bush dan mendukung invasi ke Irak, tentu saja gembira atas kemenangannya terhadap John F kerry. Namun. Malaysia mengemukakan rasa tidak senangnya, dengan menyerukan pemimpin AS itu agar menggunakan mandatnya yang kedua untuk memperlihatkan komitmen lebih besar pada Timur Tengah. ''Saya ingin lebih jauh mengembangkan hubungan Jepang-AS, dengan menekankan pentingnya kepercayaan dan persahabatan yang telah saya bina dengan Presiden Bush,'' kata PM Jepang Junichiro Koizumi. Pemerintah Koizumi, yang ikut mengirimkan tentara ke Irak, menyerukan masyarakat internasional agar bekerja sama membangun kemabli Irak dan melawan terorisme. Perdana Menteri Australia John Howard, yang - seperti Koizumi- mendapat kecaman di dalam negerinya karena secara terbuka mendukung Bush, langsung menelepon presiden AS itu untuk mengucapkan selamat. ''Ini kemenangan pribadi yang luar biasa bagi orang yang saya sukai. Saya percaya dia telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat atas negerinya. Dia juga telah memperlihatkan sikap yang tegas terhadap teroris, dan mendatangkan kebebasan di seluruh dunia,'' puji Howard, lewat radio ABC. Nasib Palestina Namun PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, meskipun mengucapkan selamat kepada Bush, mengatakan presiden terpilih kembali itu mesti memberikan seluruh perhatiannya guna menyelesaikan nasib buruk rakyat Palestina. Bush sejak dulu selalu berjanji akan melanjutkan perang melawan terorisme. ''Saya percaya itu yang akan dilakukannya. Saya tidak tahu apakah dia akan mengubah keputusannya atau memiliki rencana lain. Kita harus menunggu dan melihat,'' kata Badawi. Reaksi atas kemenangan Bush terbatas di Cina. Senin lalu, mantan menlu Qian Qichen dalam pernyataan di sebuah harian milik pemerintah mengajak dunia ''menghukum AS yang congkak karena berusaha menguasai dunia''. Sementara itu, Presiden China Hu Jintao dalam suratnya kepada Bush menyatakan: ''Saya sangat ingin melanjutkan kerja sama dengan Anda, guna lebih meningkatkan hubungan konstruktif antara Cina dan AS.'' Di Taiwan, Presiden Chen Shui-bian mengatakan Taipei dan Washington punya tujuan yang sama untuk mengupayakan perdamaian di Selat Taiwan. Presiden Korsel Roh Moo-Hyun mengatakan pemerintahnya akan berkerja sama lebih erat lagi dengan Pemerintah AS, bagi dicapainya penyelesaian damai masalah nuklir Korut. Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, pendukung kuat lain perang melawan teror, menegaskan hubungan bersejarah negaranya dengan bekas negara kolonialnya itu. (rtr-ed-ant-30) |