| Rabu, 03 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
Usulan Akpro Tak Harus DilaksanakanJAKARTA-PSSI harus menyikapi dengan serius usulan perubahan format kompetisi Divisi Utama dari satu wilayah menjadi dua wilayah. Usulan yang disampaikan anggota Asosiasi Pengelola Klub Sepak Bola Profesional (Akpro) itu harus tetap dianggap sebagai saran, dan tidak otomatis harus dilaksanakan. ''PSSI juga jangan sampai terpengaruh oleh figur-figur yang berada di belakang Akpro. Kalau usulan tersebut dinilai tidak realistis, ya tidak bisa dipaksakan untuk dilaksanakan sekarang,'' kata Bagus Nugroho Tamtomo Putro, pejabat sementara ketua umum Persijatim. Dalam pertermuannya di Surabaya Sabtu (30/10) lalu, sebagian besar anggota Akpro menyetujui usulan perubahan format kompetisi Divisi Utama dari satu wilayah menjadi dua wilayah. Muncul kabar, usulan itu akan dipaksakan untuk bisa langsung diberlakukan pada musim kompetisi 2005, lewat pembentukan satu tim kecil yang beranggotakan wakil dari sepuluh tim Divisi Utama dan Divisi I. Mereka tengah menggodok usulan itu, yang finalisasinya dirumuskan beberapa hari sebelum lanjutan musim kompetisi 2004 ini digelar. Menurut keterangan Bagus, wajar jika sebagian komunitas sepak bola sekarang ini belum apa-apa sudah mencemooh Akpro, karena usulan itu tidak logis. ''Dari segi timing dan momentumnya pun, usulan perubahan format itu sangat tidak tepat digulirkan sekarang. Kompetisi tahun ini belum lagi selesai dan tiba-tiba sudah ada usulan perubahan format untuk tahun mendatang. Wajar kalau teman-teman kaget, lho gimana dengan sisa kompetisi yang sekarang? Apa nggak malah bisa jadi arena politik dagang sapi,'' tambahnya. Harus Tegas Pernyataan Bagus Nugroho itu disetujui oleh koleganya, GH Sutejo, yang dihubungi pada kesempatan terpisah. ''Saya kaget waktu dengar dan baca ada usulan itu dari Akpro. Saya tanya ke Ketua Akpro Muhammad Zein, apa benar musim depan sudah ada perubahan format? Zein bilang, tidak mungkin. Sekjen pun bilang begitu. Nugraha Besoes mengatakan, langkah mundur kalau kita secara otomatis mendukung usulan itu,'' paparnya. Walau demikian, Bagus dan Sutejo enggan mengomentari adanya ''sesuatu'' di balik lahirnya usulan perubahan format kompetisi itu. ''Saya tak mau berpikiran negatif dan berbicara jeleklah,'' elak Bagus. (wgm-22) |