logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Nopember 2004 OLAHRAGA
Line

Kepulangan Tiga Pemain Asing Jadi Kendala

JEPARA-Meskipun Pelatih Rudy William Keltjes telah memulai melakukan perburuan pemain dari klub-klub yang masih berlaga di Divisi Utama, pendekatan pada pemain lama harus diperhatikan. Beberapa waktu lalu Manajer Tim Setiyono SE MM mengatakan masih akan menggunakan sekitar 50 persen dari tim yang baru saja dibubarkan untuk bergabung kembali untuk musim kompetisi mendatang.

Komposisi 50 persen itu termasuk pemain lokal maupun asing. Untuk rekrutmen pemain lokal, pihak manajemen maupun pelatih tidak kesulitan untuk memanggil mereka bergabung kembali. Pasalnya, mudah menghubungi Herry Setiawan dkk.

Yang menjadi persoalan sebagaimana dikatakan Sekretaris Tim Dharmadi SH adalah menghubungi tiga pemain asing, yaitu Evaldo Silva (Brasil), Arilson de Oliviera (Brasil), dan Simamo Bertrand (Kamerun).

Sejak selesainya Kompetisi Divisi I, mereka memilih pulang ke negaranya masing-masing. Kabar yang diperoleh manajemen, ketiganya baru akan kembali ke Indonesia pada bulan Desember mendatang. Padahal, pembentukan kerangka tim dan agenda latihan sudah terkonsep. Rabu (3/11) ini pihak manajemen tinggal menunggu kedatangan Keltjes di Jepara, dan rencananya pembentukan tim segera dimulai. Sedangkan latihan intensif sudah akan berlangsung setelah Lebaran.

Ditambahkan Dharmadi, mekanisme perekrutan terhadap pemain asing sekarang harus melalui agen yang ditunjuk oleh PSSI sendiri. ''Jika ketiga pemain ini baru akan datang ke Indonesia Desember, sedangkan mekanisme perekrutan harus melalui agen dari PSSI, maka ini akan menjadi kendala tersendiri,'' tambahnya.

Kesempatan

Disinggung mengenai apakah itu berarti manajemen akan merekrut kembali mereka, Dharmadi masih belum bisa mengatakan. Yang jelas, lanjutnya, siapa pun pemain dari tim lama masih memiliki kesempatan 50 persen untuk bergabung kembali.

Saat kompetisi putaran kedua masih bergulir, dalam beberapa kesempatan Keltjes menaruh perhatian besar terhadap ketiga pemain pilar ini. Gelandang Oliveira misalnya, dalam setiap pertandingan mendapatkan tugas teramat vital.

Pemain berusia 31 tahun dengan tinggi badan 169 cm yang digaet Persijap dari Pelita Krakatau Steel pada Oktober 2003, dalam berbagai kesempatan sering menjadi kapten menggantikan Hery Setiawan. Tugas itu selalu ia emban dengan penuh tanggung jawab.

Suplai-suplai bola dan bantuannya dalam membangun serangan cukup memberikan warna tersendiri pada dinamika pertandingan. Tak hanya itu, pemain dengan posisi gelandang serang ini sering menciptakan gol-gol penting saat Laskar Kalinyamat ''krisis'' gol.

Ujung tombak Simamo Bertrand yang diboyong dari Persijatim juga termasuk pemain yang diminati Keltjes. Usianya yang baru 21 tahun dengan tubuh tinggi kuat membuat pemain cool ini mudah memanfaatkan bola-bola atas di depan mulut gawang.

Kebanyakan gol diciptakannya hasil dari tandukan kepalanya. Saat melindungi bola dari sergapan lawan, dia termasuk pemain yang memiliki keseimbangan badan sempurna, sehingga bola sulit direbut dari kakinya yang kokoh.

Sedangkan di lini belakang, Keltjes selalu memasang Evaldo. Pemain tinggi langsing berusia 30 tahun yang direkrut dari salah satu tim Divisi I Negeri Samba ini pernah disebut Keltjes sebagai gunting, karena selalu sukses memotong serangan lawan.

Banyak striker lawan yang dibuat frustrasi, karena arah serangan timnya dapat dibaca Evaldo. Tak hanya bola datar, serangan bola-bola atas pun mudah ia patahkan. Bahkan tendangan bebasnya selalu menjadi ancaman gawang lawan.

Karena itu wajar jika manajemen sedikit was-was jika keberadaan dan kedatangan ketiga pemain itu belum jelas. ''Kami masih menunggu perkembangannya,'' kata Dharmadi. (mds-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA