logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Nopember 2004 OLAHRAGA
Line

Dukungan Suplai Bola Masih Kurang

SEMARANG-Pelatih PSIS Herry Kiswanto cukup puas dengan hasil yang ditoreh anak-anak asuhannya pada pertandingan uji coba lawan Unnes Selasa (2/11) sore kemarin di Stadion Jatidiri. Di pertandingan sore itu, Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan menang 3-0 (1-0). Meski demikian, Herry melihat masih ada kelemahan yang harus dibenahi.

''Passing masih lambat. Padahal, pergerakan pemain sudah benar. Namun, itu kurang didukung dengan suplai bola yang cepat. Itu akan kami perbaiki,'' ujar Herry.

Selain itu, Herry melihat Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan belum menerapkan pressing ketat kepada pemain lawan. Hal itu memperlihatkan anak-anak asuhannya masih memandang enteng lawannya yang berasal dari klub Divisi I PSIS. Kondisi tersebut tidak akan dibiarkan, karena dikhawatirkan akan terbawa pada kompetisi nanti.

''Tidak ada penjagaan terhadap lawan. Pressing-nya pun juga kurang maksimal. Saya khawatir pemain meremehkan lawan. Padahal, jika tidak dijaga secara baik, lawan punya peluang untuk mencetak gol,'' kata mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Lawan Persikaba

Herry melihat lambatnya permainan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan bukan disebabkan faktor puasa. Sebab, pemain Unnes juga banyak yang berpuasa tapi permainannya tetap solid dan ngotot.

Karena itu, di pertandingan uji coba berikutnya lawan Persikaba Blora, Kamis (4/11) besok, Herry meminta kepada pemain untuk lebih bersungguh-sungguh. Dengan bermain serius, diharapkan hasil latihan selama ini bisa terlihat secara jelas.

''Meski hanya pertandingan uji coba, namun harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dari pertandingan dapat dilihat hasil latihan selama ini,'' ungkapnya.

''Kondisi pemain secara keseluruhan baru mencapai sekitar 60 persen sampai 70 persen. Itu harus kami tingkatkan lagi secara bertahap,'' imbuhnya.

Secara umum mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian itu menilai permainan PSIS sudah cukup bagus. Para pemain sudah bisa menjalankan prinsip-prinsip menyerang dan bertahan secara baik. Bahkan, prinsip bermain: rebut, kuasai dan serang, sudah bisa dijalankan anak-anak asuhannya di pertandingan uji coba itu.

''Pemahaman antarpemain sudah baik. Mereka juga sudah bisa menjalankan prinsip rebut, kuasai dan serang,'' tandasnya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA