| Rabu, 03 Nopember 2004 | NASIONAL |
Buka Alquran saat Dilanda Kebingungan
''SAYA tinggalkan dua warisan yang harus dipegang. Jika manusia memegangnya, maka tidak akan sesat. Keduanya, yakni Alquran dan Sunah Rasul (hadis).'' Demikian sabda Rasulullah Muhammad SAW, seperti disampaikan Dr H Muchojjar HS MA dalam siraman rohani pada tarling Badan Amalan Islam (BAI) Jateng putaran ke-19 di Wisma Perdamaian, semalam. Kebetulan dalam tarling yang dihadiri Gubernur H Mardiyanto, muspida, anggota DPRD, dan masyarakat umum tersebut, sekaligus digelar Peringatan Nuzulul Quran 1425 H. Muchojjar yang juga Dosen IAIN Walisongo tersebut, lebih banyak memberikan sentuhan langsung kepada para jamaah dalam menyampaikan ceramahnya dengan tema ''Alquran dan Kesantunan Sosial''. Misalnya, ketika dia menyindir banyak jamaah yang ternyata masih berbicara ketika dilantunkan ayat-ayat suci Alquran oleh seorang qori. Dengan masih banyaknya umat yang berbicara sendiri ketika dibacakan ayat Allah, menunjukkan bahwa hatinya belum tergores. Padahal, seharusnya hati menjadi bergetar, dan iman bertambah pada saat ayat Alquran merasuk ke telinga umat Islam. Sekali lagi, mubaligh tersebut mengeluarkan ''sindiran'' tentang kemungkinan masih adanya umat yang belum perhatian pada Alquran. ''Padahal Allah telah berfirman : kalau Alquran Aku turunkan di atas gunung, kamu akan melihat gunung itu akan tunduk dan terbelah-belah.'' Lalu bagaimana dengan hati umat Islam? Tentu, seharusnya hati tersebut akan tergores, bergetar, dan semakin bertambah imannya. Sebuah kesalahan juga sering dipersepsikan orang ketika menyatakan Islam disebarkan dengan jalan perang dan kekerasan. Padahal, kata Muchojjar, Muhammad diutus Tuhan untuk menyempurnakan akhlak dengan bermodalkan Alquran. Kitab Allah yang diturunkan di Makkah, sebuah tempat yang saat itu penuh dengan kekerasan, keganasan, dan peperangan, ternyata bisa berubah 180%. Beberapa tahun setelah masuknya firman-firman Allah, Makkah dan orang-orangnya telah berubah. Hal itu, kata dia, membuktikan, apa yang terkandung dalam Alquran, adalah ajakan pada hal-hal yang baik. Misalnya, ajakan untuk mengeluarkan zakat bagi mereka yang mampu.''Karena itu, mari kita baca, kaji, dan amalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,'' ajak Muchojjar. Alquran juga bisa menjadi obat ketika umat Islam sedang dilanda kebingungan, dalam keadaan kurang baik, maupun tengah mendapat cobaan. ''Buka Alquran, ketika sedang mendapat cobaan dari Allah,'' kata dia.(Setiawan HK-69) Jadwal Tarawih Keliling BAI Jateng Rabu (3/11) Tempat: di Akpol Jl Sultan Agung Semarang Imam: Drs KH Mustaqhfiri Asror Penceramah: Drs H Mochtarom HM | ||||