| Rabu, 03 Nopember 2004 | NASIONAL |
Tim KPU Amati Pemilu di ASWASHINGTON- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia yang terdiri atas ketuanya, Nazaruddin Sjamsuddin, dan dua anggotanya, Anas Urbaningrum dan Valina Surbekti, melakukan kunjungan di AS dalam rangka memenuhi undangan IFES. Bersama 32 negara lainnya, tim KPU selama seminggu mengunjungi dapur KPU lokal di beberapa negara bagian AS, dan berdiskusi mengenai teknik-teknik penyelenggaraan pemilu di tingkat lokal. "Target KPU dalam berkunjung ke Amerika ini hanya mengamati, tidak lebih dari itu," kata Nazaruddin Sjamsuddin kepada koresponden Suara Merdeka Hendro Yudiono di Washington, Senin lalu. Nazaruddin berharap kunjungan ke AS ini jangan hanya terbatas pada observasi, tetapi juga bisa memperoleh sesuatu yang penting dari pelaksanaan pemilu di AS, misalnya dari sudut teknologi dan manajeman pemilu yang bisa dipelajari sebagai hal sampingan. Saat menanggapi perbandingan antara pemilu di AS dan di Indonesia, Anas Urbaningrum mengatakan, banyak kesamaan pemilu di Indonesia dengan AS seperti jajak pendapat sebelum pemilu, juga quick count yang dilakukan di negara-negara maju lainnya. "Bahkan, dalam proses one person one vote Indonesia lebih maju dibandingkan dengan AS yang masih menggunakan proses electoral collect yang bisa menimbulkan kontroversi," kata Anas. Anas menjelaskan, pada saat mengunjungi KPU lokal di Clark County di Nevada mendapatkan istilah "Early Voting" atau suatu metode manajemen waktu pemungutan suara yang mungkin perlu dipelajari untuk konteks Indonesia. Menurutnya, metode pengambilan suara dalam pemilu lebih awal diharapkan bisa mengangkat perolehan suara dalam pemilu di luar negeri yang selama ini terhitung rendah. Selain itu, juga diperlukan kerahasiaan atau tidak keluarnya angka perolehan sebelum hari H. "Jika pemilu di AS pakai mesin, itu artinya membutuhkan biaya tambahan yang lebih besar," kata Anas. Saat menanggapi hal itu, Ketua KPU Na- zaruddin Sjamsuddin mengatakan, di Indonesia belum bisa dilakukan, karena akan terjadi banyak kecurangan. "Jika Early Voting sudah dilakukan di AS, karena KPU-nya bisa mengontrol pemilih," kata Sjamsuddin. (33t) |