| Rabu, 03 Nopember 2004 | NASIONAL |
Pos Pemeriksaan Lintas Batas Tak Ramai
PONTIANAK - Suasana di kawasan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong dan Pos Imigrasi Entikong tampak tidak begitu ramai dalam pekan pertama program amnesti atau pengampunan bagi tenaga kerja asing ilegal di Malaysia berkaitan dengan menjelang Idul Fitri 1425 H. Dari pengamatan di Entikong, Selasa pagi hingga siang, antrean TKI yang melaporkan kepulangan mereka ke petugas imigrasi yang merupakan satu dari 12 pintu resmi pemulangan TKI dari Malaysia itu tidak begitu panjang. Dalam satu baris antrean, hanya terdapat 7-10 TKI yang membawa surat perjalanan laksana paspor (SPLP) yang dibuat di kantor Konjen RI di Kinabalu Kantor Penghubung di Kuching. Hingga pukul 14.30 WIB, pada hari kelima program amnesti, petugas pos Imigrasi baru mencatat 150 orang, sedangkan catatan empat hari sebelumnya 175 orang. Suasana kawasan border pun tidak ramai kecuali oleh pedagang valuta asing tidak resmi, petugas keamanan, dan penduduk sekitar yang berdagang atau mencari nafkah. Sejumlah petugas di lokasi menyatakan kepulangan TKI akan ramai setelah 5 November hingga beberapa hari menjelang Idul Fitri. Sementara dari Kuching, Konsul Irsyafli Rasoel menyatakan di tempatnya sedang banyak TKI dari Bintulu dan Miri yang mengurus SPLP. "Kebanyakan TKI masih bertahan di tempat kerja karena menunggu pembayaran gaji," ujar Irsyafli. Sementara itu, pada Selasa pukul 15.00 WIB, jumlah TKI yang mengurus SPLP 100 orang. Sebagian besar TKI yang mengurus SPLP ataupun yang telah tiba di posko penanggulangan kepulangan TKI bermasalah di Entikong menyatakan sama sekali tidak punya uang. Mereka yang pulang umumnya hanya membawa bekal seadanya berupa satu tas pakaian dan satu kantong kresek berisi makanan ringan, namun banyak pula TKI membawa bungkusan plastik kecil yang entah apa isinya. Mereka yang pulang setelah keluar dari lokap (penjara) pendatang haram di Malaysia, pada umumnya tidak membawa bekal sama sekali.(ant-78j) |