logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Florida dan Ohio Faktor Penentu

  • Semalam Pemilu AS Berlangsung

KAMPANYE CAPRES: Calon Presiden AS dari Partai Demokrat John Kerry bertemu dengan pendudukungnya di Detroit, Michigan, kemarin. Kerry dan saingannya, Presiden George Bush, akan mengakiri masa kampanye di beberapa negara bagian yang paling menentukan. Bush diserang lewat isu terorisme dan perang di Irak.(79)

WASHINGTON - Sebanyak 125 juta warga AS menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan presiden AS, Selasa waktu setempat (semalam WIB). Para pemilih telah antre beberapa menit sebelum TPS-TPS dibuka. Bush menyatakan yakin bakal menang setelah mencoblos di TPS tidak jauh dari ranch miliknya di Crawford, Negara Bagian Texas.

''Saya yakin akan menang,'' katanya kepada para wartawan, sebelum menuju Negara Bagian Ohio yang - bersama Negara Bagian Florida - bakal jadi faktor penentu kemenangan.

''Saya berharap, tentu saja, pemberian suara berakhir malam ini juga,'' tambahnya. (Perbedaan waktu antara WIB dan waktu AS bagian timur adalah 12 jam).

Hingga tahap-tahap akhir kampanye, sulit diprediksi siapa yang bakal menang di antara dua kandidat yang bersaing, yakni Presiden George W Bush (Republik) dan Senator John F Kerry (Demokrat).

Jajak pendapat menunjukkan persaingan sangat ketat, dengan sejumlah survei menujukkan hasil imbang secara nasional. Berbagai jajak pendapat mengindikasikan, perolehan suara di 10 negara bagian yang paling diperebutkan dapat menimbulkan hasil berbeda.

Bush dan Kerry menghabiskan hari terakhir kampanye mereka, Senin waktu setempat, dengan berulang kali mengunjungi sejumlah negara bagian yang pilihannya masih mengambang dalam menit-menit terakhir perburuan suara.

Kedua kandidat tersebut berusaha mengumpulkan 270 electoral vote (EC) yang dibutuhkan - dari seluruhnya 538 EC - untuk memenangi pemilihan presiden AS.

''Dunia menyaksikan apa yang kalian lakukan. Seluruh harapan dan impian negara kita digariskan pada hari ini,'' kata Kerry kepada para pendukungnya di Milwaukee, Negara Bagian Wisconsin, ketika berkampanye pada jam-jam terakhir.

Kampanye Bush dan Kerry menghabiskan dana jutaan dolar AS, lewat berbagai upaya canggih untuk membawa pendukung ke tempat pemungutan suara (TPS). Sejumlah kelompok independen anti-Bush dan sekutu Partai Demokrat, seperti serikat buruh, membantu Kerry.

Tetap Ofensif

Masa pencoblosan, semalam WIB, mengakhiri rangkaian kampanye paling sengit sepanjang sejarah Amerika. Tema kampanye difokuskan pada isu Irak dan keamanan nasional.

Bush membela doktrinnya tentang serangan pre-emptive (serang dulu, baru dicari bukti kesalahan yang diserang), dan Kerry yang dianggapnya terlalu liberal, tidak konsisten, dan lemah dalam kepemimpinan.

Kerry menangkis kecaman itu dengan balas mengkritik pendekatan luar negeri ''begerak sendiri'' yang diterapkan Bush.

Dia menyerang keputusan presiden AS itu untuk menginvasi Irak tanpa cukup dukungan dari sekutu.

Kedua kandidat tersebut saling serang mengenai tema-tema dalam negeri. Bush mengkritik Kerry karena bersikap lemah tentang keamanan nasional. Sang presiden juga bersumpah akan menjadi pemimpin yang kuat dalam perang melawan terorisme.

''Kita tak kenal lelah, kita tabah dan bertekad melindungi rakyat Amerika. Kita tetap ofensif,'' kata Bush di Sioux City, Negara Bagian Iowa. ''Kita berperang melawan terorisme di luar negeri, sehingga kita tidak harus bertempur di dalam negeri sendiri.''

Kerry mengatakan, para pemilih mempunyai pilihan antara ''empat tahun lagi merasakan kebijakan ekonomi dan luar negeri yang gagal'' atau ''memulai awal yang baru''.

''Inilah peluang kalian untuk meminta pertanggungjawaban George Bush atas kebijakannya selama empat tahun terakhir. Harapan seluruh dunia ditentukan hari Selasa,'' katanya.

Paling Ketat

Kedua kandidat menutup kampanye terakhir mereka, ketika rakyat Amerika mulai memberikan suara, Selasa waktu setempat. Kerry berkampanye untuk meningkatkan keikutsertaan pemilih di Wisconsin, sebelum bertolak ke Boston untuk memberikan suara dan menunggu hasilnya.

Bush memberikan suara di kota kelahirannya, Crawford, Negara Bagian Texas, kemudian singgah di Negara Bagian Ohio sebelum kembali ke Washington. Pemilu kali ini mencatat persaingan paling ketat dalam sejarah dan mungkin menyamai kampanye yang menimbulkan sengketa pada pemilu 2000.

Pada saat itu, Bush kalah tipis dalam popular vote (suara pemilih) dari kandidat Demokrat, Al Gore, tetapi dia memenangi EC setelah Mahkamah Agung AS campur tangan dan menghentikan penghitungan suara di Florida.

Sorotan kini kembali diarahkan ke Negara Bagian Florida dan Ohio. Di kedua negara bagian itu, Bush menang tipis pada pemilu 2000. Sekarang, dua negara bagian itu tetap menyediakan EC yang banyak (masing-masing 27 dan 20).

Kerry harus memenangi paling sedikit satu dari dua negara bagian itu untuk mendapatkan kemenangan yang realistis. Sementara itu, Bush tidak boleh kalah di Florida.

Kekalahan di sana membuatnya dalam bahaya, kecuali dia dapat mencuri EC dari Pennsylvania atau negara bagian-negara bagian kawasan Timur-Tengah seperti Minnesota, Wisconsin, dan Iowa (yang seluruhnya dikuasai Gore pada pemilu 2000).

Di Kuala Lumpur, Mahathir Mohammad - mantan PM Malaysia - mengatakan dunia akan menghadapi bencana kalau Bush menang. Dia mendesak warga muslim AS mendukung Senator John Kerry.

Dia berpendapat, Kerry tidak mungkin mengulangi kesalahan yang dibuat Bush, yakni melecehkan kaum muslim. ''Sudah jelas bagi rakyat Amerika, Bush berjalan di jalur yang salah,'' katanya dalam wawancara dengan Reuters, Selasa.

''Dia berbohong, sungguh-sungguh berbohong, ketika mengatakan kepada rakyat Amerika bahwa Irak punya senjata-senjata pemusnah massal yang mampu menyerang Amerika,'' katanya. (rtr-ben-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA