| Rabu, 03 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Gembira, Air Mengalir LagiWONOSOBO- Sekitar 650 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wonosobo, di ibu kota Kecamatan Wadaslintang dan sekitarnya, saat ini lega dan gembira. Sebab, mereka sudah bisa lagi menikmati distribusi air bersih dari perusahaan daerah tersebut. Terlebih pada musim kemarau ini, mereka sangat mendambakan air bersih. Mereka mengaku bersyukur, setelah hampir satu tahun terakhir distribusi air bersih ke rumah mereka terhenti/terganggu. Terhentinya pasokan air PDAM itu diperkirakan karena adanya kerusakan saluran distribusi di lokasi mata air di Desa Gumelar, Kecamatan Wadaslintang. Direktur Utama PDAM Wonosobo Drs Supandi yang ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya, beberapa hari lalu mengatakan, untuk melakukan perbaikan pipa ataupun perbaikan bangunan di lokasi mata air di Desa Gumelar dibutuhkan biaya Rp 50 juta. Supandi menyebut, sumber mata air di Desa Gumelar yang diperbaiki pada saat normal debitnya mencapai sembilan liter/detik. Namun pada musim kemarau sekarang ini, debitnya hanya lima liter/detik. Mampu Mencukupi Meski debit tinggal lima liter/detik, relatif mampu mencukupi kebutuhan pelanggan di Kota Kecamatan Wadaslintang. Dia mengaku dengan berfungsinya kembali mata air di Desa Gumelar, maka permintaan droping air bersih ke sejumlah desa di Kecamatan Wadaslintang sudah tercukupi. Dia mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya memberikan droping air bersih ke Desa Wadaslintang, Trimulyo, Ngalian, Karanganyar, Erorejo, dan Desa Sumberejo. Droping air bersih rata-rata tiga tanki/hari. Menurut Supandi, selama musim kemarau ini debit air dari 24 mata air yang dikelola PDAM Wonosobo mengalami penurunan 30-40%. Kendati debit air menurun, suplai air kepada 49.000 pelanggan relatif masih lancar.(P55-76s) |