| Rabu, 03 Nopember 2004 | EKONOMI |
Harga Minyak Dunia Turun Pasar Saham Kembali BergairahJAKARTA- Harga minyak dunia yang berangsur-angsur turun membuat gairah baru dalam perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pasar seperti bergeming terhadap konflik internal DPR dan hubungannya dengan presiden. Selasa kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan dan ditutup menguat 17,807 poin menjadi 881,396. Di pasar reguler terlihat transaksi cukup bergairah setelah beberapa hari sebelumnya terlihat lesu. Terjadi transaksi 24.026 kali meliputi 3.582.129 lot saham senilai Rp 1.486 triliun. Sebanyak 107 saham harganya naik, 31 saham turun harga, dan 238 saham harganya stagnan. Indeks LQ45 naik 4,283 poin menjadi 191,994. Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,099 poin di posisi 145,443. Indeks Papan Utama (MBX) naik 5,873 poin di level 235,113. Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 2,289 poin di level 205,635. Angger P Juwono, senior adviser Watson Wyatt, lembaga keuangan di Singapura, mengatakan laporan keuangan kwartal III beberapa emiten masih menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks. Di sisi lain pergerakan indeks dipengaruhi bursa regional yang menunggu perkembangan pemilu presiden di AS. ''Bursa regional cenderung bergerak tidak aktif menunggu pemilu di AS.'' Menurut dia, pergerakan indeks lebih didominasi pengaruh bursa regional. Kemungkinan besar indeks saat ini dapat menguat sekaligus menurun dengan pergerakan yang tipis, namun masih berkisar di atas 850. Kondisi ini juga terpengaruh sentimen positif turunnya harga minyak dunia yang terus berlanjut. Angger tidak begitu yakin dalam 100 hari pemerintahan Presiden SBY, pemerintah segera melakukan penyesuaian harga BBM. Dalam waktu dekat jelas akan menghadapi Lebaran dan Natal. Kalaupun ada kenaikan harga mungkin awal tahun depan. ''Secara teknikal harga BBM kita memang harus disesuaikan. Tinggal diatur saja lapisan mana yang tetap disubsidi dan mana yang harus dihapus,'' katanya. Sementara itu pemerintah mempertimbangkan menaikkan harga minyak dalam negeri setelah program 100 hari kabinet Indonesia Bersatu usai. ''Masak baru 100 hari sudah menaikkan harga minyak,'' kata Menteri Keuangan, Jusuf Anwar, seakan ingin menegaskan kenaikan BBM tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Anwar, pemerintah sedang mempertimbangkan menaikkan harga minyak mendekati angka yang sesuai dengan realitas inflasi, harga minyak dunia, serta faktor dan variabel lainnya. Untuk itu akan dimintakan persetujuan dengan DPR setelah 20 Januari 2005. Sebab program 100 hari kerja kabinet akan berakhir pada pertengahan Januari mendatang. Sementara itu, kinerja perusahaan publik menunjukkan hasil yang membaik triwulan III ini. Hampir semua emiten, khususnya sektor perbankan, membukukan keuntungan bersih lebih dari 50% dari prediksi laba yang ditentukan. Hal itu juga mengakibatkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta atau BEJ kembali terdongkrak tinggal 18,6 poin lagi, indeks tembus ke level 900. "Laporan keuangan menjadi pemicu paling dominan sehingga IHSG bisa tembus rekor tertinggi lagi. Kebetulan, sentimen positif ini juga bersamaan dengan membaiknya faktor pemicu lain," ungkap praktisi saham dari PT AAA Sekuritas, M Zamroni, kemarin. Dari hasil audit keuangan yang dilaporkan, sebagian besar emiten perbankan memang membukukan keuntungan di atas rata-rata. Bank Lippo misalnya mampu mencatatkan laba bersih hingga 700%, Bank Internasional Indonesia (BII) 178,5%, Bank Danamon 68% dan Bank Panin 75%. (wa,rei-82) |