| Rabu, 03 Nopember 2004 | EKONOMI |
Skenario Kenaikan Harga BBM Disusun
JAKARTA- Menteri Pertambangan dan Energi, Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah hingga kini masih menyusun skenario kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilihat dari asumsi harga BBM dalam APBN mendatang. "Kami bicara mengenai asumsi harga minyak di APBN, karena harga minyak akan menentukan subsidi dan sekarang sedang disusun skenario kenaikan BBM," kata Purnomo seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Sekretariat Wapres, Jakarta, Selasa (2/11). Dalam pertemuan sekitar dua jam, sejak pukul 13.10 WIB, Purnomo mengatakan, bahwa dirinya bersama Wapres membicarakan soal skenario kenaikan BBM tersebut. Ia mengatakan, asumsi harga minyak di APBN saat ini sebesar 24 dolar AS per barel, dan bila sama pada tahun mendatang maka anggaran akan defisit sebesar Rp1,3 triliun. "Kuncinya memang di masalah APBN, karena mempertahankan harga 24 dolar AS per barel pada tahun depan maka kita akan defisit Rp1,3 triliun," kata Purnomo. Ia menegaskan, skenario kenaikan harga BBM itu adalah pada seberapa besar harga tersebut dapat ditekan. Dirinya belum dapat memastikan berapa rata-rata kenaikan dari harga BBM itu. Disebutkan, ada lima jenis BBM yakni premium, minyak tanah, solar, minyak diesel, dan minyak bakar. Ia menyatakan, perlu hati-hati untuk menentukan kenaikan harga BBM terutama pada jenis premium dan minyak tanah, karena merupakan kebutuhan rakyat yang besar. Tim Ekonomi Purnomo menuturkan, bahwa dirinya bersama Wapres dan Menteri Keuangan menjadi Tim Kecil Ekonomi untuk memonitor soal BBM itu. Kepada Wapres, Purnomo membicarakan soal program 100 hari pemerintahan Presiden Yudhoyono dalam bidang pertambangan dan energi yang di dalamnya banyak terkait dengan masalah investasi dan lapangan kerja. Ia mengatakan, setelah Presiden Yudhoyono meresmikan fasilitas produksi, pengolahan dan penampungan minyak dan gas terapung di Belanak, Kepulauan Natuna (29/10), juga akan diresmikan tiga pembangkit listrik di Sumsel, dan jaringan interkoneksi listrik di Lubuk Linggau. Purnomo yang juga Presiden OPEC itu juga ditanya soal dampak Pemilu Presiden AS pada kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 55 dolar AS per barel. "Tergantung siapa yang menjadi presidennya," kata Purnomo, sambil tersenyum. (ant-82) |