| Selasa, 02 Nopember 2004 | EKONOMI |
Gajah Duduk Laris di Pasar KlewerSEJAK puasa memasuki hari ketiga hingga kemarin suasana Pasar Klewer lebih ramai dari biasa. Keramaian diperkirakan mencapai puncaknya memasuki minggu ketiga. Seminggu sebelum Lebaran justru sepi pengunjung. Hingga kemarin di pasar tekstil dan garment yang diklaim terbesar di Asia Tenggara itu barang yang banyak dicari oleh masyarakat adalah sarung. Merek sarung yang paling laris adalah Gajah Duduk. Hampir sebagian besar kios di pasar itu kehabisan stok merek tersebut sehingga cukup banyak pembeli yang kecewa. Santo, salah seorang pedagang sarung dan kain panjang mengatakan sarung Gajah Duduk banyak dicari karena promosi yang gencar. ''Padahal sarung yang kualitasnya sama banyak dan harganya lebih murah. Tetapi hampir semua pembeli hanya mencari Gajah Duduk,'' katanya sambil menunjukkan sarung yang banyak dicari itu. Harga sarung merek tersebut per potong Rp 24.000, tetapi tidak sedikit pedagang yang menjual lebih mahal, yakni Rp 27.000. ''Padahal sebelum puasa harganya masih di bawah Rp 20.000,'' ujar Bambang, pedagang lainnya sambil menambahkan hampir setiap hari harga sarung naik. Paling Mahal Sarung cap Manggis Jahe, misalnya, yang biasa ditawarkan seharga Rp 18.000 beberapa hari terakhir naik menjadi Rp 21.500/potong. Cap Atlas yang beberapa hari lalu per potong Rp 32.000 kemarin sudah dijual Rp 37.000. Paling mahal adalah sarung cap BHS motif goyor karena per potong harganya mencapai Rp 450 ribu. Menurut para pedagang, sarung yang harganya ratusan ribu rupiah tidak mungkin naik-turun karena pembelinya orang-orang tertentu. ''Sarung bisa dinaikkan saat menjelang Lebaran begini adalah yang harganya menengah ke bawah,'' tutur Sidik, salah seorang pedagang. Pembelian berbagai macam sarung itu biasa dalam jumlah besar, yakni minimal satu dosin. Pembeli rata-rata mengaku untuk persiapan hadiah Lebaran. Selain sarung, yang banyak dicari adalah pakaian anak. Akibat pengunjung Pasar Klewer yang meningkat itu omzet pedagang secara keseluruhan meningkat hingga 50%. ''Hari- hari biasa omzetnya sekitar Rp 4 miliar sehari. Tetapi menjelang Lebaran begini menjadi Rp 6 miliar - Rp 7 miliar,'' ujar H Sardjono, Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), kemarin. Menurut dia, keramaian Pasar Klewer pada masa Lebaran tahun ini diperkirakan lebih singkat dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun 2003 tiga bulan sebelum Lebaran pasar sudah ramai. Banyak pedagang luar kota yang membeli barang untuk persiapan menghadapi hari raya tersebut. ''Tahun ini memasuki bulan puasa baru agak ramai. Itu akibat pengaruh kemarau panjang dan pemilu. Pada tiga kali pemilu lalu omzet Pasar Klewer turun tajam sampai 50%,'' tuturnya. Seminggu setelah Lebaran sebagaimana biasa pasar tersebut akan kembali dipadati pembeli. Selain pengunjung yang akan ke luar kota mencari oleh-oleh, sebagian besar adalah pedagang dan pemilik toko di berbagai daerah. ''Mereka memborong barang dagangan untuk mengisi lagi tokonya yang kehabisan barang selama Lebaran,'' jelas Sarjono. (Subakti A Sidik-82,53) |