| Selasa, 02 Nopember 2004 | EKONOMI |
Bulog-Sang Hyang Seri Kerja Sama BenihJAKARTA-Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang program kemitraan penyaluran dan pemasaran benih berlabel ditandatangani oleh Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo dan Eddy Budiono, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri di Kantor Perum Bulog Jakarta, kemarin. ''Nota kesepaharnan itu sekaligus untuk menyukseskan program ketahanan pangan pangan serta sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,'' kata Eddy Budiono. Kedua belah pihak, lanjut dia, secara bersama-sama akan melakukan kemitraan agribisnis di bidang pengadaan dan pemasaran benih berlabel kepada petani. Nota kesepahaman itu, lanjut dia, bersifat noneksklusif sehingga masing-masing pihak bebas mengadakan kesepakatan serupa dengan pihak lain tanpa harus ada persetujuan atau pembayaran kompensasi. ''Kami juga sepaham untuk pelaksanaan lebih lanjut dituangkan dalam kontrak atau perjanjian tersendiri oleh divisi regional atau cabang rnasing-masing,'' jelasnya. Masa berlaku MoU tersebut, lanjut dia, disepakati selama setahun sejak ditandatangani. Kedua belah pihak dapat memutuskan secara sepihak dengan pemberitahan terlebih dahulu secara tertulis kepada pihak lain. Ancang-ancang Sementara itu Widjanarko Puspoyo mengatakan penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan ancang-ancang sebelum memasuki kerja sama yang lebih serius. ''Bisa dibicarakan kemungkinan Bulog turut andil bagaimana supaya Sang Hyang Seri bisa rnemproduksi benih sebagaimana yang diharapkan,'' jelasnya. Perurn Bulog, lanjut dia, senantiasa rnengeluarkan kebijakan-kebijakan baru yang bersifat internal tapi berpengaruh pada eksternal juga. Di antaranya ketika mencoba meningkatkan kualitas gabah mefalui pernbinaan mitra kerja. ''Mitra kerja Bulog dalam pengadaan gabah dalarn negeri jumlahnya sekitar 4.400 yang diklasifikasi menjadi kelas A, B, C, dan D. Tiap kelas mempunyai kriteria-sendiri,'' jelasnya. Menurut dia, kita kesulitan menjual gabah ke negara lain akibat masalah persyaratan standar kualitas. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Namun di tengah keadaan itu, lanjut dia, Bulog sudah menandatangani penjualan beras ke Afrika sebanyak 50.000 ton yang akan dikirim Januari dan Februari 2005. Kemungkinkan ditambah lagi 50.000 ton pertengahan tahun depan. Keputusan melakukan ekspor itu, kata dia, merupakan alternatif terbaik daripada menjuai beras berkualitas kurang baik itu ke pasar dalarn negeri. Bulog mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam satu ikatan dengan satu tekat bagaimana meningkatkan kualitas gabah yang antara lain diawali dari pengadaan bibitnya. Kerja sama antar-BUMN, tutur dia, memang sangat diharapkan oleh Kantor Kementerian BUMN supaya bisa bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. ''Saya berharap MoU ini ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat teknis baik oleh Bulog maupun Sang Hyang Seri,'' ujarnya.(53) |