logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Nopember 2004 EKONOMI
Line

Dimaklumi, Pembulatan HET Minyak Tanah

SOLO-Jika ada pangkalan minyak tanah wilayah di eks Karesidenan Surakarta menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) maka izinnya akan dicabut.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Hiswana Migas Surakarta Drs FJ August Pramono, kemarin.

Ketika memberikan keterangan ia didampingi oleh Wakil Ketua B Sulistiyo, Sekretaris Budi Prasetyo, dan Ketua Bidang Minyak Tanah Soewardi.

''Ketentuan HET harus ditaati agar tidak memberatkan masyarakat. Namun karena bilangan rupiahnya ada yang tidak bulat dimungkinkan terjadi pembulatan oleh pangkalan. Itu bisa dimaklumi sepanjang masih wajar,'' jelasnya.

Menurut August, hingga kemarin di wilayah eks Karesidenan Surakarta belum ada gejolak harga minyak tanah. Namun untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kelangkaan mulai kemarin dilakukan operasi pasar.

Selama sehari operasi pasar telah didistribusikan 95 ton minyak tanah. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung sampai 20 November.

''Namun kami juga melihat situasi dan kondisi. Kalau masih kurang maka bisa diperpanjang,'' tuturnya.

Operai pasar,kata dia, akan dihentikan sehari menjelang dan setelah Lebaran dan dua hari setelah Lebaran dilanjutkan lagi.

Operasi pasar juga akan dilakukan sehubungan dengan perayaan rangka Natal dan Tahun Baru.

Kegiatan itu dilaksanakan bekerja sama dengan para kepala desa.

Kepada masyarakat ia mengharapkan jika ada desa yang mengalami kelangkaan minyak tanah maka segera melaporkan kepada Hiswana Migas Solo melalui telepon (0271) 7083939.

Jika di desa-desa harga tingkat eceran jauh melampui HET, kata August, maka hal itu di luar kewenangan Hiswana Migas.

''Kewenangan kami hanya sampai di tingkat pangkalan,'' ujarnya.

Setiap pangkalan menerima jatah dari agen minimum dua drum atau 400 liter sampai maksimum 2.500 liter setiap hari.

Sasaran operasi pasar, lanjut dia, adalah rumah tangga. Untuk menghindari salah sasaran sebelum ditentukan lokasinya pihaknya melakukan pengecekan.

Keseriusan Hiswana Migas Surakarta melakukan pemantauan distribusi minyak tanah dan premium ditunjang pula oleh pembentukan posko di setiap kabupaten.

Sementara itu untuk kelancaran penjualan premium di SPBU tiga mobil tangki disiapkan 24 jam di Depo Pertamina Solo. Setiap mobil tangki berkapasitas 16.000 liter siap mengisi SPBU yang persediaan premiumnya menipis. (bt-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA