| Selasa, 02 Nopember 2004 | EKONOMI |
Al Fath Seriusi Desain BatikSEMARANG - Semarang memang kota paling sulit! Komentar bernada keluhan itu dikemukakan oleh Dyah Suminar, pemilik gerai busana muslim Al Fath. Wanita cantik itu mengaku gemas pada selera mode konsumen Ibu Kota Provinsi Jateng yang ketinggalan jauh dari kota lain, misalnya Yogyakarta. Itulah yang membuat nyali bisnisnya terus tertantang untuk menaklukkan Kota Lumpia. Gara-gara hasrat mengikuti rasa penasaran itu Al Fath akhirnya justru berkembang di kota yang kerap dinilai kaku terhadap fashion tersebut. Sejak Sabtu 30 Oktober luas gerainya mekar dari 72m2 menjadi 144 m2 dua lantai. "Perluasan ini untuk memenuhi permintaan busana muslim yang terus meningkat," ujar Dyah Suminar. Didampingi Public Communicator Suryo Hadihandoyo dan Manager Al Fath Semarang Zulaikhah Mercyarumdani ia meresmikan gerai barunya di Mal Ciputra pada buka puasa bersama tukang parkir dan karyawan, Sabtu lalu. Tiap tahun permintaan busana muslim di gerai itu naik rata-rata 17%-20%. Khusus Ramadan kali ini omzet penjualan busana dan perlengkapan muslim lainnya meningkat 80%-90% dari hari biasa. Jumlah itu menunjukkan minat yang cukup bagus. Selain busana muslimah yang didesain khusus oleh tiga perancang Al Fath, yakni Dyah Suminar sendiri, Soffa Mayasari, dan Dandy T Hidayat, waralaba itu menyajikan produk makanan khas Arab, antara lain Arab Asyifa, kurma, makanan kecil Tamreco, dan roti Mammol dari Arab Saudi yang disajikan dengan saus kurma. "Semua produk ini hanya untuk menunjukkan Al Fath tidak hanya menjual busana, tetapi juga jenis produk lain," jelas Dyah. Untuk menonjolkan karya lokal, Al Fath berniat serius menekuni desain batik. Keinginan mengemas kain khas Jawa itu terinspirasi oleh kenyataan sangat jarang gerai dan butik yang memproduksi busana muslim berbahan dasar batik. "Minimal satu tahun ke depan mudah-mudahan kami sudah bisa dikenal sebagai penyedia busana muslim, termasuk dari batik," ujarnya. Tak mengenal strategi diskon, anak perusahaan Margaria Group yang berpusat di Yogyakarta itu lebih berkonsentrasi pada kualitas produk dan layanan. Gerai itu juga membuka layanan retur atau penukaran produk yang tidak cocok ukurannya. Selain Semarang, Al Fath dibuka di beberapa kota, yakni Yogyakarta, Solo, Jakarta, Tangerang, dan Depok. Di gerai Semarang pihaknya menyediakan lantai 3 sebagai mushala untuk para pembeli yang ingin menunaikan ibadah shalat. (rei-53) |