logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Nopember 2004 EKONOMI
Line

Laba Bank Buana Meningkat 40 Persen

JAKARTA-Selama sembilan bulan pertama tahun 2004 Bank Buana Indonesia (BBI) berhasil membukukan laba sebelum pajak senilai Rp 305,01 miliar atau meningkat 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 218,01 miliar.

Peningkatan total aset, loan to deposit ratio (LDR) atau rasio pinjaman dan simpanan, serta efisiensi menjadi faktor-faktor penyebab kenaikan laba tersebut.

Melalui perolehan laba tersebut Bank Buana mampu mempertahankan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang tinggi, yaitu 23,28%. Di sisi lain, LDR meningkat cukup besar menjadi 54,63%.

''Kinerja keuangan yang dicapai selama tahun ini, geliat perekonomian nasional terutama usaha kecil menengah (UKM), dan perubahan kepemimpinan nasional yang berjalan damai diharapkan mendorong pertumbuhan lebih pesat lagi ke depan. Kami optimistis mencapai rencana kerja yang telah dicanangkan pada tahun 2004,'' kata Jimmy Laihad, Direktur Utama Bank Buana Indonesia pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, kemarin.

Per 30 September 2004 bank itu mencatat total aset Rp 15,88 triliun atau naik dibanding tahun lalu hanya Rp 14,20 triliun. Pada saat yang sama kredit yang disalurkan meningkat dari Rp 5,06 triliun menjadi Rp 7,12 triliun.

LDR Naik

Kenaikan kredit lebih dari 40% itu, menurut Direktur Pardi Kendy, menyebabkan LDR meningkat menjadi 54,63%. Namun rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bisa dipertahankan pada tingkat yang rendah, yakni 1,43%, melalui pembentukan cadangan sebesar 136,73%.

''Berdasarkan sektor yang dibiayai, industri, perdagangan, dan jasa mencapai 81% dari total kredit yang disalurkan. Penyebaran kredit bedasarkan skala jumlah, yaitu kredit sampai Rp 10 miliar 86% dan berdasarkan jangka waktu 63% di bawah satu tahun,'' tambahnya.

Pada periode sembilan bulan tahun ini bank itu berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 13,04 triliun yang terdiri atas giro Rp 3,92 triliun (30,06%), tabungan Rp 4,53 triliun (34,77%), dan deposito Rp 4,58 triliun (35,17%).

''Komposisi dana pihak ketiga yang didominasi giro dan tabungan sebesar 60,37% memungkinkan kami mempertahankan biaya dana yang murah dan memberikan suku bunga kredit kompetitif,'' jelas Pardi.

Dari laporan keuangan per 30 September 2004 beban bungan bank itu turun 34,69% dari Rp 676,45 miliar menjadi Rp 441,79 miliar.

Penurunan biaya bunga diikuti oleh penurunan pendapatan bunga sebesar 6,09% dari Rp 1,17 triliun menjadi Rp 1,10 triliun. (A20-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA