| Selasa, 02 Nopember 2004 | EKONOMI |
Hingga Oktober Inflasi Mencapai 4,38%JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi periode Oktober 2004 sebesar 0,56% sehingga inflasi tahun kalender atau Januari-Oktober 2004 tercatat 4,38%. "Inflasi year on year Oktober 2004 terhadap Oktober 2003 sebesar 6,22 persen. Inflasi Oktober 2004 sebesar 0,56% itu lebih tinggi dibandingkan dengan September 2004 yang 0,55%," kata Kepala BPS Choiril Maksum di Jakarta, kemarin. Berdasarkan pemantauan BPS di empat puluh lima kota pada Oktober 2004, lanjut dia, 36 kota mengalami inflasi dan 9 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo, yakni sebesar 2,17%, dan terendah di Lhokseumawe 0,11%. Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,88%dan terendah di Sibolga 0,12%. Menurut Choiril, inflasi terjadi karena kenaikan indeks semua kelompok barang dan jasa..Antara lain kelompok bahan makanan naik 1,31%; kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau naik 0,29%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,29%; serta kelompok sandang naik 0,59%. Selanjutnya, kelompok kesehatan naik 0,13%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 1,27%; serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,04%. Komoditas yang harganya naik selama Oktober antara lain uang kuliah, telur ayam ras, daging ayam ras, ikan segar, beras, gula pasir, cabai merah, bawang merah, kontrak rumah, cabai rawit, tomat, ayam, daging sapi, ayam hidup, emas perhiasan, dan sewa rumah. Selama Oktober 2004 kelompok yang memberikan andil inflasi antara lain bahan makanan 0,30%; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0.07%; dan sandang 0,04%. Andil inflasi lainnya disumbang oleh kelompok kesehatan 0,01%; pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,08%; serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,01%. Ekspor Sementara itu nilai ekspor Indonesia pada September 2004 menembus angka 7 miliar dolar AS atau 13,33% lebih tinggi dari Agustus 2004 dan lebih tinggi 41,43% dari September 2003. "Secara kumulatif ekspor Januari sampai September 2004 mencapai 50,74 miliar dolar AS atau naik 10,77% dibandingkan dengan periode yang sama 2003," tutur Choiril Maksum. Ekspor non migas pada September 2004 mencapai 5,68 miliar dolar AS atau naik 13,76% dari periode Agustus, sedangkan selama Januari sampai September 2004 mencapai 39,29 miliar dolar AS atau meningkat 10,95% dibandingkan dengan periode yang sama 2003. Menurut dia, peningkatan ekspor pada September 2004 disebabkan oleh kenaikan ekposr migas sebesar 11,68% dari 1,3 miliar dolar AS menjadi 1,4 miliar dolar AS. ''Di samping itu, didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas dari 4,9 miliar dolar AS menjadi 5,68 miliar dolar AS,'' tambahnya. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas pada September 2004,kata dia, terjadi pada mesin dan peralatan listrik sebesar 160,2 juta dolar AS. Penurunan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada bahan kimia nonorganik senilai 6,85 juta dolar AS. Tujuan ekspor nonmigas terbesar pada September lalu adalah Jepang sebesar 831 juta dolar AS, disusul AS 789,8 juta dolar AS, Singapura 617,6 juta dolar AS, dan China 323, 1 juta dolar AS. "Ekspor nonmigas ke empat negara tersebut memberi kontribusi 45,06% terhadap total ekspor nonmigas," ujarnya. Nilai impor Indonesia selama September 2004 mencapai 4,23 miliar dolar AS atau naik 51% dibandingkan dengan periode Agustus sebesar 4,2 miliar dolar AS.(ant-53) |