| Selasa, 02 Nopember 2004 | BANYUMAS |
eling elingPeresmian Mesjid di Daop VPURWOKERTO - Direktur Utama PT KA, yang diwakili Direktur Teknik Ir Syahrizal Siregar, kemarin, meresmikan Masjid Darussalam di kompleks PT KA Daop V Purwokerto. Masjid di Jalan Merdeka itu berada dia atas lahan 1.130 m2 dengan luas bangunan 310 m2. Bangunan dilengkapi rumah takmir 50 m2, fasilitas wudu 60 m2, menara setinggi 25 m. ''Pembangunan masjid ini dibiayai donatur, karyawan, dan berbagai sumbangan lain. Total dana pembangunan sekitar Rp 600 juta,'' kata Hubungan Masyarakat Daop V Supriadi. (G23-86) RAPBD Purbalingga 2005 Naik 2,62% PURBALINGGA- Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Purbalingga tahun 2005 Rp 350,3 miliar atau naik Rp 8,9 miliar atau 2,62% dari APBD 2004. Ada 22% dana dialokasikan untuk bidang pendidikan. Hal itu mengemuka dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian nota keuangan tahun 2005, Sabtu (30/10). Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi menyatakan ada tiga isu strategis sebagai prioritas dalam penyusunan RAPBD 2005, yaitu kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas hidup manusia, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. ''Anggaran pendidikan meningkat lebih dari 20% dari APBD dengan harapan dapat mendukung program wajib pendidikan dasar sembilan tahun.'' (F10-86) Pergeseran Sikap Pengaruhi Bisnis PURWOKERTO- Perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi sangat memengaruhi pertumbuhan bisnis. ''Bisnis juga dipengaruhi pergeseran sikap dan cara pandang stakeholders,'' ujar Komisaris Utama PT Buana Pertiwi Indonesia, Dr Suharsono, kemarin dalam seminar "Berbisnis dengan Hati" di Dynasty Hotel Purwokerto. Kegiatan yang diselenggarakan Stamco dan Rotary Club Hapsari itu diikuti 30 peserta. Dia menyatakan bisnis bukan semata-mata memaksimalkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Bisnis juga harus memperhatikan manusia atau memanusiakan manusia. Selain itu, harus melakukan langkah yang harmonis dengan seluruh partisipan dan lingkungan tempat perusahaan itu. Sejak tahun 1980, kata dia, orang berbicara tentang pergeseran manajemen bisnis otoriter ke manajemen lebih egaliter. Jaringan yang hierarkis berubah menjadi jaringan kerja yang lebih menekankan kesadaran dan pengambilan prakarsa oleh setiap unsur manajemen. ''Kita harus berbisnis dengan hati. Artinya, menyatu, mengombinasikan pikiran dan tindakan, serta merasakannya.'' (P52-86) |