logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Nopember 2004 PANTURA
Line

Bodoh, Menyuap hanya Ingin Jadi Guru Bantu

RATUSAN bahkan ribuan tenaga pendidik berstatus wiyata bakti di berbagai sekolah negeri dan swasta kini sedang banyak berharap untuk lolos seleksi penerimaan CPNS dan akhirnya dapat diangkat menjadi PNS.

Selain itu, ada juga yang berharap dapat diterima menjadi guru bantu. Yang tidak kebagian formasi atau usia tidak memenuhi syarat, tentu lowongan formasi guru bantu di Kabupaten Tegal tahun yakni 189 orang menjadi ladang harapan.

Namun, menurut Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal Drs Jahri, jangan sampai pendaftar guru bantu melakukan cara-cara yang tidak masuk akal agar bisa diterima atau lolos seleksi penerimaan.

Cara-cara yang tidak dikehendaki, kata dia, percaya bisikan calo tenaga kerja yang menawarkan uang jutaan rupiah jika ingin lolos seleksi penerimaan.

"Ini kelihatannya sepele. Namun, menurut saya adalah bodoh jika ingin jadi guru bantu kok sampai menyuap pejabat atau percaya omongan calo," tutur dia yang juga anggota FPDI-P DPRD Kabupaten Tegal.

Tindakan menyuap dia nilai bodoh karena tidak memperhitungkan berbagai aspek. Dia mencontohkan, gaji guru bantu Rp 460.000/bulan. "Jika seorang yang ingin diterima lolos seleksi menyediakan uang pelicin hingga Rp 10 juta, Anda hitung sendiri berapa lama dia tidak menikmati gaji selama menjadi guru bantu?" tutur dia yang getol menyuarakan dunia pendidikan.

Kerja Bakti

Dia memberi gambaran, kalau sampai uang pelicin jadi diberikan ke calo, selama beberapa bulan bahkan bisa lebih dari setahun guru pemberi uang itu hanya melakukan kerja bakti.

Menurut dia, sebaiknya tenaga pendidik yang ingin menjadi guru bantu berjuang keras dan percaya diri bakal lolos seleksi. Jangan percaya omongan dan rayuan calo karena itu menyesatkan.

Dalam pertimbangannya, daripada uang sebanyak itu diberikan kepada calo lebih baik untuk modal usaha. Kalau toh kelak lolos seleksi penerimaan sebagian gajinya dapat ditabung, sehingga tidak hilang percuma.

Seseorang yang mendaftar menjadi guru bantu juga harus menyadari soal batasan usia karena mereka hanya dibatasi hingga usia 60 tahun. Karena itu, manfaatkanlah kemampuan yang dimiliki untuk bersaing secara fair, tidak menggunakan cara-cara yang merugikan diri sendiri.

Di sisi lain, pendaftar CPNS juga jangan memberikan angin kepada calo meski seseorang yang lolos seleksi memiliki peluang berkembang. Misalnya, golongan atau pangkat dan gajinya naik, tidak harus menggebu menyuap pejabat agar lolos seleksi. "Sebab, kalau diketahui bakal dikenai sanksi berat," tandasnya. (Riyono Toepra-42e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA