| Senin, 01 Nopember 2004 | PANTURA |
Kebutuhan Premium Diperkirakan Naik 20%
SLAWI - Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), misalnya untuk kendaraan bermotor, sejak H-7 hingga H+7 Lebaran diperkirakan naik tajam sekitar 20% dari pasokan tiap hari di SPBU jalur pantura Karesidenan Pekalongan. BBM yang paling banyak dicari adalah premium. Sebab, lebih dari 60% kendaraan yang mondar-mandir dari Ibu Kota ke Jateng dan Jatim adalah kendaraan pribadi. Sisanya kendaraan umum seperti bus. Kendaraan pribadi sebagian besar menggunakan bahan bakar premium. Jumlah kendaraan yang menggunakan solar masih kalah jauh. "Jadi saya prediksikan sejak H-7 hingga H+7 Lebaran, kebutuhan premium akan naik sampai 20% dari total pasokan di tiap-tiap SPBU di jalur pantura Karesidenan Pekalongan," tutur Teuku Vernanda SE, Wira Penjualan Pertamina Depo Tegal yang wilayahnya mencakup tujuh daerah tingkat dua di Karesidenan Pekalongan. Dia katakan, selama ini pasokan untuk SPBU 400 kiloliter/hari. Dengan kenaikan 20%, berarti stasiun pengisian bahan bakar akan mendapat tambahan pasokan rata-rata 800.000 liter/hari. "Ya itu karena yang mengisi bahan bakar selain sepeda motor juga mobil pribadi berbagai jenis. Jumlahnya juga sangat banyak dan saat tiba di tujuh daerah di Karesidenan Pekalongan, kendaraan memang harus diisi bahan bakar," tutur Teuku di sela-sela acara berbuka puasa bersama dan penganugerahan rekor Muri kepada SPBU 44.521.08 Sintha Irawaty Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu (30/10) malam. Solar Turun Didampingi Ketua Hiswana Migas Karesidenan Pekalongan Hadi Santoso, pihaknya memprediksikan kebutuhan solar pada H-7 justru dapat turun hingga 5%. Kendati kendaraan umum seperti bus banyak menggunakan solar, pasokan di setiap SPBU 500 kiloliter/hari sudah sangat mencukupi. Selain itu, lantaran jumlah bus baik besar dan kecil tidak sebanyak kendaraan pribadi seperti sepeda motor, sedan, dan minivan, penggunaannya diprediksi juga tidak terlalu banyak. "Saat H-7 kendaraan angkutan barang seperti truk dilarang lewat di jalur pantura. Hal ini juga memengaruhi penurunan penggunaan solar," tutur Teuku Vernanda. Adapun kebutuhan minyak tanah, kata dia, tidak banyak berubah. Sebab, rata-rata ibu rumah tangga atau warung-warung di pinggir jalan menggunakan minyak tanah hanya sekali. Maksudnya, pembeliannya sehari hanya satu kali dan jumlahnya bisa diprediksi. Total kebutuhan minyak tanah menjelang Lebaran 1.800 kiloliter/hari. Kebutuhan itu cukup memadai. Kalau toh seluruh kebutuhan BBM dari premium, pertamax, solar hingga minyak tanah, perlu tambahan, pertamina di setiap depo siap mengirimkannya dalam waktu cepat sesuai dengan kebutuhan. Hadi Santoso Ketua Hiswana Migas Karesidenan Pekalongan menambahkan, semua pengusaha minyak dan gas di bawah naungannya siap membantu penyaluran BBM kepada masyarakat. "Armada kani siaga semua dan akan menyalurkan kebutuhan BBM ke seluruh masyarakat. Dengan begiut, pada saat Lebaran dan sesudahnya tidak ada masalah soal distribusi BBM," tuturnya. (D12-90e) |