| Senin, 01 Nopember 2004 | PANTURA |
Dokumentasikan Janji Para Wakil RakyatJARANG orang mempunyai pola pikir seperti Drs Saefudin Abdurachim. Lelaki yang tinggal di Ketanggungan Brebes ini ternyata mampu mendokumentasikan catatan penting mengenai janji-janji anggota DPRD masa bakti 2004-2009, dalam buku Membangun Visi Baru Legislatif Daerah. Buku ini berisi pandangan dan cita-cita para anggota Dewan sebelum mereka resmi dilantik sebagai wakil rakyat. Untuk memperoleh keterangan para anggota Dewan, dia yang dibantu lima personel, sejak Mei 2004 menemui para wakil rakyat satu per satu di tempat tinggal masing-masing. Padahal mereka tinggal saling berjauhan, bahkan ada yang berada di lereng gunung. Selaku penyunting buku dan pemimpin Lembaga Penerbitan Masyarakat Matarindo, dia mengatakan buku tersebut sangat berguna sebagai dokumen politik lokal. Karena itu, buku itu bisa disikapi secara kritis oleh masyarakat. "Dengan buku profil Dewan yang diterbitkan pada awal masa jabatan ini, masyarakat diharapkan lebih mengenal anggota Dewan. Baik itu latar belakang pendidikan, organisasi, cita-cita, maupun relevansi dengan kiprah mereka lima tahun ke depan," ujarnya. Saefudin mengakui, profil Dewan biasanya diterbitkan menjelang akhir masa jabatan. Padahal jika demikian itu kurang bermanfaat bagi masyarakat, sebab buku hanya menjadi album nostalgia anggota Dewan. Karena itu, kesannya hanya menghabur-haburkan anggaran. Namun, sebaliknya bila digarap sebelum mereka dilantik, buku tersebut dapat untuk mengenalkan para anggota legislatif. Kegairahan Publik "Buku ini saya harapkan mendorong kegairahan publik untuk menyampaikan aspirasi ke Dewan dalam komunikasi politik yang sehat," papar alumnus FISIP UNS tersebut. Menurut dia, manfaat lain dari buku ini adalah pembentukan citra Dewan, baik secara individu atau kelembagaan. Sebelumnya, citra buruk Dewan di daerah masih membekas dalam persepsi publik. Kondisi ini diharapkan akan berubah melalui pencitraan positif. Dalam penyusunan buku itu, dia mengatakan dirinya memperoleh urgensi dokumen politik yang orisinal. Sebab dia memperolehnya sebelum mereka menjadi wakil rakyat. Karena itu dokumen ini menjadi tolok ukur terhadap preferensi dan kinerja anggota Dewan lima tahun ke depan. "Akan berbeda secara substansial bila pengumpulan setelah mereka resmi duduk di Dewan, terlebih menjelang purnatugas kelak."(Wahidin Soedja-42i) |