| Senin, 01 Nopember 2004 | PANTURA |
Leher Tersayat 7 CmTersangka Pembunuh Nelayan Akan DioperasiKAJEN - Meski kondisinya sudah lebih baik, Trisno alias sempok (33), tersangka pembunuh nelayan di Kapal Bintang Arindo belum bisa banyak dimintai keterangan. Tersangka bahkan akan menjalani operasi akibat luka sayatan di lehernya setelah mencoba bunuh diri. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latif melalui Kasat Reskrim AKP Usup Sumanang SH menandaskan meski tersangka tiba di Kajen Jumat malam lalu (29/10) sekitar pukul 00.00, sampai kemarin dia belum bisa banyak dimintai keterangan. Sebab, lehernya terluka cukup parah. "Setelah membunuh, dia mencoba bunuh diri antara lain dengan menyayat lehernya dengan pisau sedalam 7 cm," tandasnya. Sampai kemarin tersangka, kata Usup, masih dirawat di Puskesmas Kajen. Namun, secepatnya dia akan dipindahkan ke RSUD Kraton Pekalongan untuk menjalani operasi di lehernya. "Dia belum bisa banyak bicara bahkan untuk makan saja sulit," tuturnya. Namun, di depan polisi, kata Usup, Trisno mengaku telah membunuh Wartono dan melukai lengan temannya, Mahendra (22). Dia menusuk perut korban sewaktu sedang tertidur di kapal. Dari pemeriksaan tersangka dan para saksi, kata Usup, pembunuhan itu dipicu sebuah percekcokan antara Trisno dan beberapa temannya termasuk Mahendra. "Menurut para saksi Trisno selalu curiga kepada teman-temannya dan menganggap dirinya selalu digrendhengi (dibicarakan tidak baik-Red)," papar Usup. Akibat curiga dan tersinggung, Trisno kemudian marah dan terjadilah percekcokan hingga melukai lengan Mahendra dengan pisau. Wartono yang tidak tahu-menahu soal itu kemudian melerai percekcokan tersebut. Akibat marah dan tidak terima karena dilerai, tersangka kemudian menusuk perut Wartono sewaktu dia sedang tertidur pada Minggu siang (24/10) sekitar pukul 12.00. Setelah membunuh, Trisno mencoba bunuh diri antara lain dengan menceburkan diri ke laut dan menyayat lehernya dengan pisau. Hal itu membuat teman-temannya kemudian mengikat Trisno dengan rantai, karena khawatir dia akan berbuat nekat. Dipergoki Setelah empat hari berada di laut, kapal yang ditumpangi 14 nelayan tersebut dipergoki petugas yang tengah beroperasi di sekitar Pelabuhan Merak pada Rabu lalu (27/10). Petugas yang melihat orang terikat dan ada mayat akhirnya mengamankan kapal beserta isinya. "Namun, selepas pembunuhan beberapa awak kapal sudah lebih dulu melaporkan ke petugas di Pekalongan menggunakan radio," ujar dia Hingga kemarin Polres masih terus menyidik kasus tersebut. Pada Senin ini (1/11) beberapa saksi akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangan. Beberapa data dari saksi masih dibutuhkan untuk mengetahui motif lain dari pembunuhan tersebut. Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 29/10), warga Desa Wonokerto Wetan Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan digegerkan oleh peristiwa pembunuhan di perairan Sri Lanka. Jenazah korban Wartono pada Kamis pagi lalu (28/10) tiba di rumahnya di Desa Wonekerto Wetan dan langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Wonokerto Wetan. (G16-42e) |