logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Nopember 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

Baperjakat Vs Bupati Semarang

Nasib malang menimpa Ny Wiratmi Camat Bringin Kabupaten Semarang. Betapa tidak, pada tanggal 4 Oktober 2004 dimutasikan dan dilantik menjadi pejabat di Kantor Amdal (menjadi kepala TU...?). Ternyata di tempat yang baru pejabat yang digantikan keberatan dimutasikan ke tempat lain.

Bahkan kabarnya mendapat dukungan dari kepala kantornya yang telah mengirim surat keberatan ke Bupati Semarang agar pejabat tersebut tidak jadi mutasi walau sudah dilantik. Menurut saya hal ini merupakan pelecehan terhadap keputusan yang sudah ada atau membenturkan Bupati dan Baperjakat seolah tidak ada koordinasi.

Bu Wiratmi kasihan deh lu, dipingpong oleh penguasa daerah sampai pelantikan yang sudah dilaksanakan tidak mempunyai kekuatan hukum di tangan mereka. Mohon sabar ya Bu, nanti pasti ada hikmahnya.

Hadi Gunawan
Jl Kalinyamat 62, Salatiga

***

Buat Anakku, Wenda

Wenda, sudah terlalu lama kamu meninggalkan rumah. Ibu yakin kamu masih menyayangi keluarga di rumah seperti juga keluarga sangat mencintai kamu. Wenda, segeralah pulang ke rumah. Kasihanilah keluarga yang senantiasa berdoa siang malam mengharap kepulanganmu.

Wenda, bagaimana pun keadaanmu, bapak, ibu dan adikmu sangat mengharapkan kamu pulang. Sekali lagi, ibu mohon kasihani keluargamu. Wenda, segeralah kembali pulang. Bapak, Ibu dan Dik Taufan sangat merindukanmu.

Soelardjo
Muara Mas VI/98 Semarang

***

Bahasa Inggris SD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal telah mengambil langkah positif dengan mewajibkan semua SD memberikan pelajaran Bahasa Inggris. Ada satu hal yang menjadi kendala adalah cara mengajar dan kurikulum pembelajaran yang tidak sama antar-SD.

Perbedaan ini dianggap biasa jika para murid bisa mencerna dan menerima pelajaran. Tetapi akan menjadi masalah serius jika murid kesulitan dalam belajar. Ibarat patung, murid SD adalah bahan yang masih sangat mentah. Salah dalam mengajar maka selamanya mereka akan menganggap bahasa Inggris sulit dan jadi momok.

Ada baiknya diadakan semacam penataran singkat bagi para guru pengajar bahasa Inggris SD oleh Dinas P dan K. Lebih meyakinkan lagi jika ada peraturan bahwa pengajar bahasa Inggris adalah lulusan bidang ilmu yang sesuai bukan saudele dewe. Semua ini agar ada peningkatan kualitas bagi anak-anak kita.

Aryo Widiyanto AMd
Jl Sri Agung 239 Cepiring, Kendal

***

Onderdil Suzuki Smash

Saya mahasiswa pemilik motor Suzuki Smash yang punya aktivitas padat, bahkan dapat diibaratkan tiada hari tanpa rnotor tersebut. Suatu ketika motor saya harus masuk bengkel, otomatis aktivitas saya menjadi terganggu.

Namun yang menjengkelkan, saya harus menunggu sampai berapa lama sebab saat ini sudah 22 hari motor di bengkel. Penyebabnya hanya karena sebuah suku cadang yang harus saya ganti tidak tersedia di dealer Suzuki di Semarang. Saya harus memesan terlebih dulu, terhitung sejak 28 September 2004 sampai sekarang suku cadang tersebut belum juga datang.

Jika merk lain mudah mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan, mengapa untuk Suzuki Smash khususnya tidak. Bagaimana Suzuki menjaga kepercayaan konsumen. Semoga dengan termuatnya surat saya ini, Suzuki dapat meningkatkan lagi kinerjanya.

Hendro W
Jl Banjarsari 3A Tembalang Semarang

***

Knalpot Bus Kota

Bus Kota merupakan alat transportasi yang berperan penting bagi pengguna angkutan umum. Namun ada kalanya bus ini menjadi sangat merugikan bagi para pengguna jalan karena asap knalpotnya yang kerap kali mengebul hitam. Hal ini menyebabkan polusi udara dan juga menggangu kenyamaan pengguna jalan lainnya.

Diharapkan Pemkot segera mengambil tindakan mengatasi hal ini. Mungkin mengadakan seleksi kelayakannya termasuk bus kota, truk, mobil angkutan. Dengan demikian Semarang akan sedikit terbebas dari polusi udara, selain itu juga dapat memberi kenyamanan khususnya para pejalan kaki, sepeda dan motor.

Yunita Setiawati
Jl Plampitan 51/53, Semarang

***

Nagih Janji PLN

Di lingkungan warga Jl Kawi III Semarang sejak September sampai sekarang secara mendadak dan tanpa pemberitahuan sering terjadi pemadaman aliran listrik. Pemadaman setelah setelah saya tanyakan ke PLN melalui line 123 ternyata disebabkan adanya kerusakan.

Awalnya terjadi seminggu dua kali tetapi akhir-akhir ini menjadi tiga kali. Tentu saja karena pemadaman pada malam hari maka sangat menggangu dan merugikan pelanggan. PLN katanya profesional dan "sangat mengutamakan kepentingan konsumen".

Kejadian tersebut selalu saya laporkan namun tampaknya usaha yang dilakukan PLN hanya perbaikan sementara. Terbukti masih sering terjadi pemadaman mendadak. Ironisnya setelah saya minta penjelasan lebih lanjut diperoleh jawaban bahwa pihak PLN sedang rnengupayakan penggantian alat yang didatangkan dari Jakarta.

Berapa lama pengiriman barang dari Jakarta ke Semarang, apakah harus berbulan-bulan. Hal ini sungguh menggelikan. Apakah ini salah satu bukti PLN konsekuen melaksanakan janjinya kepada masyarakat. Pemadaman semacam ini tentu saja tidak terjadi bila di lingkungan saya tinggal pejabat PLN.

Saya hanya ingin mengingatkan bukankah PLN merupakan perusahaan monopoli milik negara yang notabene milik rakyat. Sebab sebagai mayarakat tidak punya pilihan lain, mau tidak mau harus berlangganan PLN. Mohon persoalan sepele ini tidak berlarut-larut.

Ny Hikmah
Jl Kawi III/2, Semarang

***

Produk Kedaluwarsa

Tanggal 11 November 2004 saya belanja di Matahari Department Store di Java Supermall Semarang. Salah satu barang yang saya beli, Jamu Anak Sehat rasa coklat produksi PT Jamu Sido Muncul seharga Rp 6.025 (kopi struk terlampir).

Anak saya usia 3 tahun ingin rasa coklat. Saat di rumah dan saya buka ternyata tanggal kedaluwarsanya sudah lewat yaitu 4 Oktober 2004. Siang harinya saya menghubungi pihak Matahari ingin bertemu dengan store manager, tetapi tidak ada di tempat, sehingga ditemui seorang supervisor.

Oleh beliau komplain saya diterima baik dan uang saya dikembalikan. Beliau juga berjanji untuk menyampaikan hal tersebut kepada manajemen. Yang saya sampaikan bukan masalah uang yang tidak seberapa, tetapi ketidaktelitian pihak Matahari Supermarket sebagai penjual dan PT Sido Muncul (secara tidak langsung) sebagai produsen.

Saya sayangkan kurang ada kontrol terhadap produk yang kedaluwarsa, yang bila dikonsumsi akan menimbulkan akibat buruk. Saya tidak dapat membayangkan andai jmu tersebut terlanjur diminum anak saya, apakah pihak Matahari Department store dan PT Sido Muncul mau menanggung akibatnya.

Harapan, semoga lebih meningkatkan kualitas pelayanannya termasuk ketelitian kedaluarsa terhadap suatu produk, karena hal tersebut sudah menyangkut keselamatan/kesehatan atau bahkan nyawa seseorang. Mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan.

Bnf Eka Widiyana SE
Jl Dr Wahidin 110 B, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA