| Senin, 01 Nopember 2004 | NASIONAL |
Tak Cukup Hanya Shalat Lima Waktu
SESEORANG yang ingin hidup bahagia di dunia tidaklah cukup dengan bekerja keras, tanpa pandai-pandai menabung. Uang memang tidak dapat dijadikan ukuran kebahagiaan, tetapi dengan memiliki uang yang ditabung atau diinvestasikan, menjadikan seseorang merasa tenang akan masa depannya. Dengan uang, orang bisa memenuhi hampir semua kebutuhannya. Bisa hidup dengan bergaya mewah, berlimpah fasilitas dan rasanya sulit mencari sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Demikian pula, jika seseorang ingin hidup bahagia di akhirat, mendapatkan surga dari Allah SWT, tidaklah cukup dengan shalat lima waktu tanpa beramal saleh. Amal yang baik, seperti memberi bantuan anak yatim, fakir miskin, mengajarkan ilmunya, berbakti pada orang tua merupakan investasi atau tabungan umat manusia untuk mendapat kebahagiaan di akhirat. Bahkan dalam surat al-Maun, disebutkan seseorang yang tidak memberi perhatian kepada anak yatim berarti dia mendustakan agama. Dan Allah mengancamnya dengan balasan yang berat. Uraian mauidhatul khasanah, ceramah agama yang disampaikan Prof Dr H Muhibbin Noor MAg, dalam tarawih keliling Badan Amalan Islam (BAI) Jateng tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan perlunya hidup yang seimbang untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Tarling itu diadakan di Kantor Bulog Devisi Regional Jateng, Jl Taman Menteri Supeno, semalam. Membantu Orang Sebelumnya, digelar tarawih diimami Drs H Ahmad Darodji MSi yang diikuti sekitar 3.000 jamaah. Hadir pula Kepala Bulog Divisi Regional Jateng, Sutono MSi. Muhibbin yang juga Dekan Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo itu menuturkan, umat yang beramal membantu orang yang membutuhkan tidak hanya menunjukkan kesalehan di dunia, tetapi juga bentuk kesalehan yang akan diperoleh di akhirat. ''Allah SWT akan memberikan balasan yang jauh lebih baik dari amalan seseorang di dunia,'' ujarnya. ''Apa Anda ingin masuk surga?'' tanya Muhibbin kepada jamaah salat tarawih, yang langsung dijawab secara serentak, ingiiin. ''Kalau benar ingin, bantulah mereka orang-orang miskin, anak yatim piatu, Insya Allah Anda juga akan dibantu Allah dengan mendapat pengampunannya di akhirat.'' Orang hidup itu, tuturnya, tidak pernah merasa puas, selalu saja merasa kurang. Meski sudah berlimpah harta, uang miliaran rupiah tetap saja merasa kurang. Kalau demikian, biasanya lalai dan tidak mau memberi amal untuk yatim dan fakir miskin. Bahkan mereka terkadang tidak mau tersentuh oleh tangannya kaum miskin. Dalam pandangan agama, orang seperti itu tidak akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. ''Ingat, harta itu tidak akan dibawa dalam kubur.'' Agar tidak menjadi orang seperti itu, harus ditanam rasa syukur kepada Sang Pencipta. Tanamkan pada diri, bahwa harta adalah titipan dan dalam setiap harta yang diperoleh terdapat hak orang miskin. Dengan cara demikian, tidaklah berat mengeluarkan harta untuk beramal. ''Tuhan menjanjikan kepada umat-Nya yang selalu mensyukuri nikmat yang diberikan, akan mendapat tambahan nikmat berlipat ganda. Mumpung masih Ramadan, di bulan penuh berkah ini perbanyaklah amal, Insya Allah surga yang akan merindukan Anda,'' kata Muhibbin menutup ceramah. (Hasan Hamid-33) Jadwal Tarawih Keliling BAI Jateng Senin (1/11) Tempat : Unnes Jl Kelud No 2, Semarang Imam : Dr H Muchoyar Penceramah : Kapolda Chaerul Rasjid | ||||